Ujian boleh nyontek lho…!!!! :( :( :( :o

Sungguh..postingan ini kubuat karena rasa geregetan hati ini pada pemberitaan media massa (TV,Koran,Radio,inet) tentang segala tindak kecurangan dalam ujian nasional.
Awalnya aku mengira bahwa itu hanya isu saja (pdhl udah ada tayangannya juga ya… bloon mode on nih MySpace) tapi begitu dapet laporan langsung dari ibu2 yang anak2nya ikut UN waktu acara arisan RT di perumahanku kok aku jadi geregetan plus merinding juga ya …. ditambah lagi keterangan tetanggaku yang kebetulan bekerja sebagai staf disebuah SMAN di lingkungan kami yang menyatakan bahwa semua itu dilakukan karena adanya perintah dari para atasan sekolah (maksudnya dari Kepsek, Kepsek dari Dinas, Dinas dari atasnya lagi dan atas atasnya lagi hingga sampai ke Bupati/Kepala Daerah) untuk mengejar target tingkat kelulusan…. huaaaaaaaa MySpace bener g sihhhh ??? MySpace
Merinding? hiii…gimana g merinding, di rumah kita selalu berusaha menanamkan pemahaman bahwa jujur itu penting plus ditunjang dengan pendidikan bidang studi Agama (sesuai agama masing2) dan Ilmu Sosial yang diberikan di sekolah yang jelas-jelas selalu mengajarkan untuk berbuat jujur, tidak curang dalam bersikap dan bertindak.
Plus aku yakin, bahwa pada saat menerangkan kedua pelajaran (bidang studi) itu, pasti para guru juga menekankan agar anak2 berbuat JUJUR !!
Eh..lha..kok…pada saat ujian tiba, malah diberi contekan jawaban? atau dibiarkan nyontek dari buku (ngerpek..istilah daerah saya) atau malah diberi keleluasan untuk kerjasama dalam menyelesaikan soal ujian…huuuuhhhh MySpace
Sebagai orang tua, jujur (lho) aku merasa sedih, cemas, khawatir, bingung campur aduk g karuan dan merasa rugi juga kalau hal tersebut sampai terjadi di sekolah anak2ku (untuuung anak2kua belum harus melalui UN).
Sedih, karena apa yang kuharapkan agar budi pekerti jujur itu dapat juga ditanamkan melalui media pembelajaran di sekolah ternyata harus sirna. MySpace
Cemas, karena aku merasa bahwa kejujuran itu bisa2 hilang dari benak anak2…hiks
Khawatir, karena ketakutan anak2 tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah karena ternyata dilingkungan sekolahnya sesuatu yang sebenarnya tidak diperbolehkan menjadi boleh (bahkan mungkin wajib) pada saat-saat tertentu karena ‘mengejar’ target ๐Ÿ˜ฆ
Bingung…kalau (semua) sekolah di Indonesia seperti itu, kemana lagi harus menitipkan anak2 untuk mereguk ilmu? sekolah ke LN? aaahhhh…..mampu g ya? MySpace
Satu lagi…terus terang..aku juga akan merasa rugi membayar sekolah (yang terkenal mahal) jika ternyata di sekolah nanti anak2ku bukannya tambah pinter tapi tambah bodoh bukan hanya dalam ilmu tp juga dalam akhlak!

Kutanya Ibu2 tetangga itu, gimana perasaan beliau2…ternyata jawabannya sama dengan yang kurasakan. Mereka geregetan, sedih, bingung, cemas campur aduk jadi satu saat anak2 mereka bercerita….
Mereka bilang, mereka ingin anak2 jujur meski kesulitan dalam menghadapi soal2 UN
Mereka ingin anak2 tumbuh dalam pemahaman bahwa segala sesuatu itu harus diperjuangkan termasuk dalam hal kelulusan sekolah.
Tapi apa daya..kalau (ternyata) semua itu sudah tersistem, dari hulu ke hilir…….
Salah2 kalau komplain nanti malah dicibir..hmpffff…bingung..bingung MySpace

Advertisements

Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal

Copas dari http://www.halalguide.info/
Semoga menyadarkan kita bahwa kebiasaan “icip-icip” sebelum membeli itu tidak diperbolehkan.

Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal
February 15th, 2010

Dalam sebuah kesempatan belanja rutin bulanan keluarga kecil saya beberapa waktu lalu saya menyadari, betapa mudahnya zat-zat haram mengancam keluarga saya.

Pada waktu itu, seperti biasa saya dan istri mengajak kedua putri kembar kami yang masih balita mengunjungi sebuah pasar swalayan baru di dekat rumah kami. Kedua putri saya nampak bersemangat setiap kali diajak berbelanja di awal bulan. Kami pun dengan segera menyelesaikan urusan belanja kami di swalayan yang cukup besar itu.

Setelah semua kebutuhan bulanan telah kami masukkan ke keranjang belanjaan, istri saya mengajak kedua putri saya menuju tempat buah segar, sementara saya tidak mengikuti mereka bertiga, karena masih ada barang yang harus saya cari. Tidak jauh dari tempat buah-buahan saya mendapatkan apa yang saya cari, maka saya segera kembali menuju istri dan anak-anak yang sedang berada di dekat rak โ€œjeruk shantangโ€ yang berukuran kecil.

Melihat jeruk yang berukuran mini itu, anak bungsu saya tertarik. Tanpa sepengetahuan umminya, anak saya yang sedang berdiri di dalam keranjang belanjaan langsung mencomot sebutir jeruk dari atas rak dan mulai mengoyak kulitnya sedikit demi sedikit. Saya yang dari jauh mengamati aksi anak saya tersebut tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Seketika itu secara spontan saya meneriaki istri saya, sembari memberi isyarat agar jeruk yang dipegang anak saya itu tidak sampai masuk ke mulutnya.

Jeruk itu belum ditimbang! Itulah masalah utamanya..!!

Saya tak bisa membayangkan, segigit jeruk yang belum ditimbang akan menjadi komponen haram dalam daging putri kecil saya itu. Ya, jeruk yang dimakan dalam swalayan, tanpa ditimbang tentunya tidak akan masuk ke dalam jumlah yang kita bayar di kasir, berarti jeruk itu sebenarnya masih milik swalayan โ€“ bukan sampel untuk dicoba โ€“ yang dimakan oleh putri saya tanpa membayar..!!

Untungnya saya bisa mencegah hal itu terjadi, akhirnya istri saya membawa jeruk yang sudah terkelupas kulitnya tersebut bersama beberapa jeruk yang lain ke tempatt penimbangan. Setelah petugas penimbang memberikan label harga pada sekantong jeruk tadi, barulah si bungsu saya izinkan untuk melanjutkan memakan jeruk yang diinginkannya, walaupun belum kami bayar ke kasir โ€“ namun sudah ada label harga yang harus dibayar ke kasir.

Sepulang dari kejadian di swalayan itu, masih ada yang mengganjal di hati saya. Kulit jeruk yang dikupas oleh anak saya tadi, tidak ikut tertimbangโ€ฆ! Saya hanya berdoa, semoga kulit yang tak tertimbang tadi tidak sampai mempengaruhi harga yang tertera di label, seandainya kulit itu ikut tertimbangโ€ฆ

Mari kita jaga keluarga kita dari tumbuhnya daging haram sekecil apapunโ€ฆ

2/5/10 baโ€™da subuh

Penulis: Rizky Mukhlisin (masrizky.wordpress.com)

Trouble is A Friend … hiks :(

Trouble Is a Friend โ€“ Lenka Song

Trouble he will find you, no matter where you go, oh oh
No matter if youโ€™re fast, no matter if youโ€™re slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the morn, oh oh
Youโ€™re fine for a while but you start to lose controlโ€ฆ
Heโ€™s there in the dark
Heโ€™s there in my heart
He waits in the wings
Heโ€™s gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
Ah oohโ€ฆ
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So donโ€™t forget as you ease on down the roadโ€ฆ
Heโ€™s there in the dark
Heโ€™s there in my heart
He waits in the wings
Heโ€™s gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
oh oh
So donโ€™t be alarmed if he takes you by the arm
I wonโ€™t let him win but Iโ€™m a sucker for his charm
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
ah ooh
How I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave,
I try, oh oh I tryโ€ฆ..

Listen to Songs: http://videokeman.com/lenka/trouble-is-a-friend-lenka/#ixzz1KmivrZa1

hiks..hiks….lagunya bo…..
Tapi memberiku inspirasi n semangat
Bahwa masalah memang merupakan teman kita sehari-hari bukan untuk dimusuhi namun untuk ditaklukkan dan diselesaikan
Hmmmmm…………..

hmmmm……

hmmmm…udah lama g update blog
udah lama g nulis peristiwa or kejadian-kejadian sehari-hari
(padahal banyak hal baru yg patut ditulis…seperti penggunaan tol gate cibubur, penutupan tol gate taman mini…halah ๐Ÿ™‚ )
kerjaan juga banyak yang bisa dijadikan cerita

Tapi..y karena kerjaan itulah aku g bisa update blog
banyak permohonan pengesahan hibah tahun 2010 yang masuk dari kementerian/lembaga
banyak yang harus diteliti dan diperbaiki ulang oleh mereka
banyak yang belum ngerti meski udah disosialisasikan
bahkan ada yang salah kaprah…pinjaman juga dimintakan pengesahan ๐Ÿ˜ฆ

ah sudahlah…
next time aja diseriusin ngeblog-nya

sekarang serius melototin dokumen hibah dulu aja

Alhamdulillah..terbeli juga mesin jahit SINGER 2662

Alhamdulillah…akhir Desember 2010 kemarin my hubby memberi kejutan. Sepulang dari kantor kudapati sebuah kotak bertuliskan SINGER 2662 … MySpace
Padahal dulu aku sempat mendapat kabar kalau SINGER sudah tidak masuk lagi ke Indonesia.. (bisa baca dipostinganku sebelumnya) tapi karena kebaikan beberapa teman, melalui komen mereka dipostinganku itu aku jadi tahu kalau ternyata SINGER masih tersedia di Indonesia (makasih ya buat mbak Willy Yuliani dan mbak Rani atas infonya ๐Ÿ™‚ dan untuk mbak Dina kusampaikan bahwa harga SINGER 2662 sekarang Rp 2,9 juta (tp masih bisa ditawar dikitttt kok) MySpace

Senang? pastilah…hingga langsung dicoba…
awalnya agak kesulitan karena fiturnya yang lumayan banyak (ada 38 tipe jahitan, memasukkan benang ke jarum secara otomatis, menggulung benang ke spul juga secara otomatis dll) tapi karena ada panduannya jadinya lebih mudah MySpace
Sekarang belum semua fitur kucoba, tapi nanti insyaAllah semuanya akan kucoba

Buat mbak-mbak, ibuk-ibuk, adek-adek yang berminat dengan mesin jahit Singer…lupakan informasi yang mengatakan kalau Singer sudah ga beredar di Indonesia… saya sudah membuktikannya (halah..kok jadi promosi Singer sih….) MySpace
Gak pa-pa deh..sekalian buat SINGER…jangan lupa bayar advertising fee-nya ke saya saja yaaaaa….. MySpace
wekwekkkkwkwkwk ………

Jakarta (hampir) tanpa macet

Waaaahhhh……….nyaman rasanya kalau Jakarta selalu begini ๐Ÿ™‚ berangkat kantor g terburu-buru, pak sopir gak perlu bermanuver kiri kanan nyari2 celah – ih ngeri deh-, pulang kantor juga nyampe rumahnya cepet….jalanan lancarrrrr MySpace

Iya nih, sudah hampir dua minggu jalanan Jakarta lancar, hampir2 gak ada yang namanya antrian mobil dan usel-uselannya (haduh..bahasa prokem daerah jadi kebawa) motor. Berangkat kantor seperti biasa tapi nyampenya lebih cepet…. 06.30! padahal biasanya baru nyampe jam 07.15 itupun jaraaaaaaang banget seringnya malah mendekati 07.30 sampai-sampai harus lari-lari seperti dikejar setan (?) demi mendapatkan absen yang on time (kalau ga ontime alamat kena pemotongan penghasilan sekian % -kusembunyiin prosentasenya, bikin eneg soalnya- plus wajib bikin surat keterangan telat yang musti di tandatangani atasan langsung meski telatnya cuma 1 menit! ๐Ÿ˜ฆ )
Pulangpun jadi lebih cepet, dengan jam keluar kantor yang sama, biasanya nyampe rumah sekitar 18.45 WIB (tapi itu jarang) seringnya di atas jam 19.00 WIB. Perjalananpun jadi menyenangkan karena gak perlu stress dengerin orang2 yang pada ngedumel nelihat mobil2 dijalanan yang bagaikan deretan panjang tak berujung (saking banyaknya dan karena g bisa bergerak maju ataupun mundur) ga perlu terkantuk-kantuk menahan lelah dan capek di kendaraan (yang seringnya bahkan sampai hilang kantuknya saking lamanya di jalanan)…pokoknya menyenangkan dehh…. ๐Ÿ™‚

Andaikan Jakarta selalu seperti ini………..
Ya gak mungkin !
Kecuali anak sekolah libur terus (g sekolah dong namanya) or lokasi sekolah mereka dipindahkan entah kemana MySpace
or Pemprov DKI bisa membenahi segala aturan yang menghasilkan keteraturan dan kenyamanan di jalanan (entah kapan)

Eh..tadi aku nyebutin ‘anak sekolah’ ya…. maaf lho…bukan berarti aku menuduh mereka sebagai biang segala kemacetan MySpace(seperti Pemprov DKI yang sampai tega memajukan jam masuk sekolah menjadi 06.30 WIB) tapi memang itulah kenyataannya. Setiap kali anak sekolah libur, saat itu pula lalu lintas menjadi lancar.
Kalau menurutku sih (pendapat pribadi loh ya…ga boleh dijadikan rujukan !) jalanan macet saat anak sekolah masuk sekolah adalah karena banyaknya kendaraan pribadi yang keluar untuk mengantar mereka. 1 anak 1 mobil, ditambah 1 orang 1 mobil untuk para pekerja(or 2 orang 1 mobil kalau suami istri bekerja meski kadang masing2 bawa mobil sendiri2). Kalau anaknya 2, sekolahnya beda lokasi maka mobil pribadi yang keluar sudah 3! itu per rumah. Kalikan dengan berapa rumah di Jakarta plus daerah-daerah sekitarnya. Belum lagi ditambah angkutan umum seperti angkot dan bus…banyak kannn???

Ya, itulah…
Ah.. ini sih coretan g penting…cuma menumpahkan sedikit kegembiraan hati karena tidak terjebak macet, meski cuma sesaat.MySpace

Ah….andaikan Jakarta seperti ini………… MySpace

BOLEHKAH JILBAB BERWARNA KUNING ATAU YANG LAINNYA?

Copas nih dari web-nya Gamismu.multiply.com ๐Ÿ™‚ , sebagai penambah ilmu tentang kaidah dan aturan berjilbab….

Bolehkah Jilbab Berwarna Kuning Atau Yang Lainnya?
Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, ada beberapa hal yang ingin ana tanyakan sehubungan dengan busana muslimah :

1. Bolehkah wanita memakai busana muslimah berwarna selain hitam (tetapi cenderung ke warna gelap,mis : biru tua, coklat, ungu tua )?

2. Bolehkah wanita memakai busana muslimah yang bermotif,bercorak batik /bordir/renda/payet?

Mohon penjelasan dari Ustadz berkaitan dengan masalah tersebut, Jazakumullahu khoiron

Jawab :

Syaikh Muhammad Ali Farkuus yang berasal dari Algeria pernah ditanya dengan suatu pertanyaan yang ada hubungannya dengan pertanyaan di atas. Maka saya akan menukilkan pertanyaan dan jawaban beliau โ€“hafidzohulloh-.

Pertanyaannya :

Sebagian wanita memakai khimar (tutup kepala/jilbab bagian atas-pent) yang warnanya berbeda dengan warna ‘abaa’ah (jilbab bagian bawah-pent), terkadang hal ini menarik perhatian. Apakah boleh memakai jilbab yang warnanya berbeda antara jilbab atasan dan bawahannya? Warna-warna khimar apakah yang manakah yang mungkin dikatakan warna yang disyari’atkan?, semoga Allah membalas kebaikan bagi anda.

Jawaban beliau โ€“hafidzohulloh- :

Segala puji bagi Allah Robbul ‘aalamiin, sholawat dan salam kepada Nabi yang diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi semesta alam, dan juga bagi keluarganya dan para sahabatnya hingga hari kiamat.

Yang wajib dalam permasalahan khimar adalah :

Pertama : khimar (atasan jilbab) tersebut hendaknya dijulurkan dari atas kepalanya dan dilipat di lehernya, juga menjulurkannya di atas dadanya, sehingga ia menjulurkan jilbabnya dengan menutup kepalanya dan menutup lehernya, kedua telinganya, dadanya dan yang semisalnya, karena Allah berfirman :

ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฎูู…ูุฑูู‡ูู†ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌููŠููˆุจูู‡ูู†ูŽู‘

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya” (QS An-Nuur : 31)

Kedua : Sebagaimana telah diketahui bahwasanya para wanita dan para lelaki sama dalam permasalahan hukum selama tidak ada dalil yang membedakan antara para wanita dan para lelaki dalam hukum. Demikian juga bahwasanya hukum asal dalam warna-warna pakaian adalah halal dan diperbolehkan, kecuali jika ada dalil yang melarang warna-warna tersebut bagi kaum lelaki dan kaum wanita atau ada dalil yang melarang warna-warna tersebut untuk kaum lelaki atau dalil yang melarang warna-warna tersebut untuk kaum wanita.

Mengenai warna-warna (yang diperbolehkan untuk jilbab para wanita) adalah sebagai berikut :

Adapun warna hitam untuk (jilbab) para wanita maka telah datang dalam hadits Ummu Salamah โ€“radhiallahu ‘anhaa- ia berkata

:ยซ ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ?ูŠูุฏูŽู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ุงูŽุจููŠุจูู‡ูู†ูŽู‘? ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู†ูุณูŽุงุกู ุงู„ุฃู†ู’ุตูŽุงุฑู ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุคูˆุณูู‡ูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุบูุฑู’ุจูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูƒู’ุณููŠูŽุฉู ยป

Tatkala turun firman Allah (Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka) maka keluarlah para wanita dari kaum Anshoor, seakan-akan di atas kepala-kepala mereka ada pakaian seperti burung-burung gagak” (HR Abu Dawud no 4101 dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal 82)

Ummu Salamah menyamakan kain khimar yang ada di atas kepala-kepala para wanita yang dijadikan jilbab dengan burung-burung gagak dari sisi warna hitamnya.

Dalil lain yang menunjukan akan bolehnya warna hitam bagi para wanita adalah hadits Ummu Kholid, ia berkata

ยซ ุฃูุชูŠ ุงู„ู†ุจูŠูู‘ ุจุซูŠุงุจู ููŠู‡ุง ุฎูŽู…ูŠุตุฉู ุณูˆุฏุงุกู ุตุบูŠุฑุฉูŒ ูู‚ุงู„:ยซ ู…ูŽู† ุชูŽุฑูŽูˆู† ุฃู† ู†ูƒุณูˆูŽ ู‡ุฐู‡ู ยปุŸ ูุณูƒุชูŽ ุงู„ู‚ูˆู…ู. ู‚ุงู„:ยซ ุงุฆุชููˆู†ูŠ ุจุฃู…ูู‘ ุฎุงู„ุฏู ยปุŒ ูุฃุชูŠูŽ ุจู‡ุง ุชูุญู…ู„ุŒ ูุฃุฎุฐ ุงู„ุฎู…ูŠุตุฉูŽ ุจูŠุฏู‡ู ูุฃู„ุจูŽุณูŽู‡ุง ูˆู‚ุงู„: ุฃุจู’ู„ููŠ ูˆุฃุฎู„ูู‚ูŠ. ูˆูƒุงู† ููŠู‡ุง ุนูŽู„ู…ูŒ ุฃุฎุถุฑู ุฃูˆ ุฃุตูุฑ ยป

Nabi diberikan baju-baju, diantaranya ada khomiisoh kecil yang berwarna hitam. Maka nabipun berkata, “Menurut kalian kepada siapakah kita berikan kain ini?”. Orang-orang pada diam, lalu Nabi berkata, “Datangkanlah kepadaku Ummu Kholid !”, maka didatangkanlah Ummu Kholid dalam keadaan diangkat (karena masih kanak-kanak, lihat Umdatul Qoori 31/473-pent), lalu Nabipun mengambil kain tersebut dengan tangannya lalu memakaikannya kepada Ummu Kholid dan berkata, “Bajumu sudah usang, gantilah bajumu”. Pada kain tersebut ada garis-garis (corak) berwarna hijau atau kuning. (HR Al-Bukhari no 5485, Abu Dawud no 4024, dan Ahmad no 26517)

Adapun warna hijau untuk pakaian para wanita maka telah absah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari bahwasanya Rifa’ah menceraikan istrinya maka istrinyapun dinikahi oleh Abdurrahman bin Az-Zubair Al-Qurozhi. Aisyah radhiallahu ‘anhaa berkata, ูˆุนู„ูŠู‡ุง ุฎูู…ุงุฑูŒ ุฃุฎุถุฑุŒ ูุดูƒูŽุชู’ ุฅู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆุฃุฑูŽุชู‡ุง ุฎูุถุฑุฉู‹ ุจุฌู„ุฏู‡ุง.. “Ia memakai khimar berwarna hijau, maka iapun mengadu kepada Aisyah dan memperlihatkan kepada Aisyah adanya warna kehijau-hijauan di kulitnyaโ€ฆ.” (HR Al-Bukhari no 5487)

Adapun pakaian berwarna merah maka hanya boleh untuk kaum wanita dan tidak boleh bagi kaum lelaki. Dalilnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu, ia berkata :

ุฑูŽุฃูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ู†ู ู…ูุนูŽุตู’ููŽุฑูŽูŠู’ู†ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซ ุฃูŽุฃูู…ูู‘ูƒูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽุชู’ูƒูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุงุŸ ยป ู‚ูู„ู’ุชู: ุฃูŽุบู’ุณูู„ูู‡ูู…ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซ ุจูŽู„ู’ ุงุญู’ุฑูู‚ู’ู‡ูู…ูŽุง

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam melihatku memakai dua belah baju yang mu’ashfar. Maka Nabi berkata, “Apakah ibumu memerintahmu untuk memakai baju ini?”. Aku berkata, “Aku cuci kedua baju ini?”, Nabi berkata, “Bahkan bakarlah kedua baju itu” (HR Muslim no 5436)

Dan yang dimaksud dengan dua buah baju mu’ashfar adalah dua baju yang dicelup dengan celupan berwarna merah (atau dicelup dengan warna kuning yang terbuat dari tumbuhan tertentu-pent). Imam An-Nawawi berkata tentang sabda Nabi “Apakah ibumu memerintahmu untuk memakai baju ini?” : Maknanya adalah ini termasuk pakaian para wanita, model, dan akhlak mereka” (Syarh Shahih Muslim 14/55), beliau juga berkata : “Adapun perintah Nabi untuk membakar baju tersebut maka โ€“dikatakan- karena sebagai hukuman dan sikap keras terhadapnya dan terhadap orang lain agar meninggalkan perbuatan seperti ini. Hal ini semisal dengan perintah Nabi kepada wanita yang telah melaknat ontanya agar sang wanita melepaskan onta tersebutโ€ฆ”

Dalil yang lain yang menunjukan akan hal ini adalah hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata,

ู‡ูŽุจูŽุทู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ู…ูู†ู’ ุซูŽู†ููŠูŽู‘ุฉู ูุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ุฅู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŠูŽู‘ ุฑูŽูŠู’ุทูŽุฉูŒ ู…ูุถูŽุฑูŽู‘ุฌูŽุฉูŒ ุจุงู„ู’ุนูุตู’ููุฑู ูู‚ุงู„: ู…ูŽุง ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ูŠู’ุทูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŸ ููŽุนูŽุฑูŽูู’ุชู ู…ูŽุง ูƒูŽุฑูู‡ูŽุŒ ูุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุฃู‡ู’ู„ููŠ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฑููˆู† ุชูŽู†ูู‘ูˆุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุฐูŽูู’ุชูู‡ูŽุง ูููŠู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุฃุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏูุŒ ูู‚ุงู„: ูŠูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ูŠู’ุทูŽุฉูŽุŒ ูุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑู’ุชูู‡ูุŒ ูู‚ุงู„: ุฃู„ุงูŽ ูƒูŽุณูŽูˆู’ุชูŽู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุถูŽ ุฃู‡ู’ู„ููƒูŽ ูุฅู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณ ุจูู‡ู ู„ูู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ยป

โ€œKami turun bersama Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam dari Tsaniyyah. Kemudian beliau menoleh kepadaku dengan keadaan memakai pakaian lembut yang dicelup dengan ushfur. Maka beliau bertanya: โ€œApa ini yang engkau pakai?โ€ Maka akupun mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukainya. Akupun mendatangi keluargaku dalam keadaan mereka menyalakan api tanur dan aku lemparkan baju itu ke dalamnya. Kemudian aku mendatangi beliau pada besok harinya. Beliau bertanya: โ€œBagaimana nasib bajumu?โ€ Maka aku ceritakan apa yang aku lakukan pada baju itu. Maka beliau berkata: โ€œKenapa engkau tidak memakaikan baju itu pada sebagian keluargamu. Karena baju tersebut tidak apa-apa jika dipakai wanita.โ€ (HR. Abu Dawud: 4066, Ibnu Majah: 3603, Ahmad: 6813 dan di-hasan-kan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: 4066).

Adapun pakaian berwarna putih maka telah diketahui bersama sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

ุงู„ู’ุจูุณููˆุง ู…ูู†ู’ ุซููŠูŽุงุจููƒูู…ู ุงู„ู’ุจูŽูŠูŽุงุถูŽ ูุฅู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุซููŠูŽุงุจููƒู…ู’ุŒ ูˆูŽูƒูŽููู‘ู†ููˆุง ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽูˆู’ุชูŽุงูƒูู…

“Pakailah pakaian-pakaian kalian yang berwarna putih, sesungguhnya itu merupakan pakaian kalian yang terbaik, dan hendaknya kalian mengkafani mayat-mayat kalian dengan kain putih” (HR Abu Dawud no 3878, At-Thirmidzi no 944, Ibnu Majah no 1472, Ahmad no 3332, dan hadits ini dishahihkan oleh Ibnul Mulaqqin dalam al-Badr al-Muniir 4/671, Ahmad Syakir dalam tahqiq Musnad Ahmad 5/143, dan Al-Albani dalam Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah hal 82)

Demikian juga warna kuning (diperbolehkan) bagi kaum lelaki. Telah abasah dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhumaa ia berkata

ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุงู„ุตูู‘ูู’ุฑูŽุฉู ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุตู’ุจูุบู ุจูู‡ูŽุง ููŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูุญูุจูู‘ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุจุบูŽ ูุจู‡ูŽุง

Adapun warna kuning maka aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelupkan pakaian ke warna kuning, maka aku suka untuk mencelupkan pakaian dengan warna kuning” (HR Al-Bukhari no 164, Abu Dawud no 1772, Ahmad no 5316). Dan dalam sunan Abu Dawud dari Ibnu Umar beliau berkata ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตู’ุจูุบู ุจูู‡ูŽุง ุซููŠูŽุงุจูŽู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุนูู…ูŽุงู…ูŽุชูŽู‡ู “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencelupkan seluruh pakaiannya ke warna kuning, bahkan sorban beliau juga” (HR Abu Dawud no 4064)

Hadits-hadits diatas menunjukan akan bolehnya memakai pakaian berwarna hitam, hijau, dan merah bagi para wanita dengan nash dari Nabi, dan ini juga berlaku bagi kaum lelaki berdasarkan hukum asal yang telah lalu penjelasannya, kecuali warna merah yang khusus bagi para wanita. Adapun warna putih dan kuning maka boleh juga bagi wanita dengan dasar hukum asal yang telah lalu penjelasannya tentang bolehnya menggunakan seluruh warna karena tidak ada dalil yang melarangnya atau mengkhususkannya.

Dan perlu untuk diingatkan bahwasanya warna-warna yang menggoda (menarik perhatian) atau yang menyala(mengkilat) yang dipakai oleh para wanita pemuja nafsu, pengucap kata-kata kotor dan hina, maka warna-warna tersebut menjadi terlarang dari sisi larangan bertasyabbuh dan juga bisa membangkitkan gejolak syahwat. Demikian juga halnya dengan warna-warna pakaian yang khususnya dipakai oleh sebagian jama’ah-jama’ah keagamaan, maka dilarang sengaja mengikuti model dan warna yang merupakan ciri-ciri jama’ah-jama’ah tersebut, karena kawatir akan timbulnya bid’ah dalam agama. Sebagaimana pula dilarang bermodel (bergaya) dengan warna bendera negara tertentu atau group atau perkumpulan tertentu โ€“terutama yang berasal dari negara kafir- karena hal ini akan mengantarkan kepada syirik mahabbah dan ta’dziim, serta penerapan al-walaa wa al-baroo yang bukan pada tempatnya.

(Diterjemahkan dengan bebas dan sedikit perubahan oleh Firanda Andirja dari fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkuus Al-Jazaairi no 992)

Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya :

Apakah boleh seorang wanita menggunakan jilbab selain warna hitam?

Beliau โ€“rahimahullah- menjawab :

“Seakan-akan penanya berkata : Apakah boleh seorang wanita memakai khimar (penutup jilbab bagian atas kepala?) selain berwarna hitam?. Maka jawabannya adalah : Iya, boleh bagi sang wanita untuk memakai khimar yang selain berwarna hitam dengan syarat khimar tersebut tidak seperti gutrohnya lelaki (gutroh adalah kain penutup kepala yang sering digunakan oleh penduduk Arab Saudi-pent). Kalau khimar tersebut seperti gutrohnya lelaki maka hukumnya haram karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang meniru-niru kaum wanita dan melaknat para wanita yang menyerupai kaum lelaki. Adapun jika khimarnya berwarna putih akan tetapi wanita tersebut tidak memakainya sebagaimana cara pakai lelaki maka jika penggunaan khimar berwarna putih tersbut merupakan adat penduduk negerinya maka tidak mengapa untuk dipakai. Adapun jika pemakaian khimar putih tidak biasa menurut adat mereka maka tidak boleh dipakai karena hal itu merupakan pakaian syuhroh (ketenaran/tampil beda) yang terlarang” (Fatwa Nuur “alaa Ad-Darb)

Kota Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, 03 Dzul Qo’dah 1431 H / 11 Oktober 2010 M

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Artikel: http://www.firanda.com