Advertisement?

Eh..eh, bentar-bentar…barusan setelah aku posting tulisan setelah sekian lama vakum, ada message dari om WP, katanya “some visitors may seen this advertisement” tapi selaku “pemilik” kenapa aku g bisa lihat ya? kan bahaya tuh kalo ternyata iklan yg terpampang di blog-ku itu iklan yang aneh2 (misal iklan obat kuat..halahhh)
And, sepertinya g ada option untuk menolak iklan itu… 😦
Jadi, maaf bin sori, kalo ternyata ada yg buka blog-ku ini n ngelihat iklan yang nyeleneh..mohon dimengerti bahwa iklan itu diluar tanggungjawabku n diluar sepengetahuanku.
Punteeuun pisan.

Hellowwww…..

Duh, udah lamaaaa banget g nengok WP. Terakhir waktu ‘putus cinta’ a.k.a ‘patah hati’ sama multiply yang ternyata sekarang bener2 kolaps..hehe.
btw, apa kabar ya..teman2 yg lain. Kayaknya kalo udah lama g ngeblog, temen2 dunmay udah pada g kenal lagi 😦
Tapi gpp lah..yg penting aku bisa masuk WP lagi … sssstttt, sempet kelupaan ‘kunci’ masuk WP hedehhhh. Tapi alhamdulillah wa syukurillah, masih diberi rizki kemampuan untuk mengingat2 si ‘kunci’
see you next…aku akan cerita kesibukanku selama ini.
Love u WordPress…muach

(memang) butuh waktu

(Nyontek judul tulisan kang Deba Pirez, Pria Tampan Bukan Buatan-ngakunya )

Membaca postingan teman2 MP-ers, serasa berkaca pada cermin bening. Ternyata semua memiliki rasa yang sama, gagu memulai “hidup baru”, merasa sedih seolah-olah pertama kali hendak meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke tempat lain yang tak dikenal (lebay….)

Tapi itulah…semenjak MP dinyatakan akan ditutup untuk blogger, ngusir- kata tepatnya, berasa galau…. berasa kehilangan moment-moment menyenangkan, membahagiakan saat setiap kalimat yang tertulis selalu bersambut hangat. Riuh rendah. Saling canda, saling olok bahkan mungkin ada diantaranya yang sampai musuhan (meski sekejap) yang mungkin tak bisa didapatkan di tempat lain. Pertemanan dunia maya yang membahagiakan.

Pertemanan di MP membarikan banyak pelajaran buatku, karena MP pula keberanianku untuk online shopping muncul, kenapa? karena aku percaya dengan yg jualan, karena aku merasa kenal dekat dengannya . Karena MP pula keberanianku untuk berjualan onlen juga muncul… karena tujuan berjualan bukan untuk murni bisnis, tapi lebih untuk pertemanan, untuk lucu-lucuan, untuk lebih mengenal teman-teman, sekali-kali rugi karena kasih harga teman or banting harga sekalipun g masalah.

1 Desember 2012, katanya, blogger MP resmi harus keluar, ngungsi, pindah rumah atau balik lagi ke rumah lama (seperti dirikuhhhh)…. 

Kupasang logo MP disini, untuk kenang-kenangan, karna kucinta pada ……….

Patah hati…..  

Malessss

Entah kenapa, akhir-akhir ini rasanya g punya semangat. Mo berangkat kerja malesnyaaaaa ampun-ampunan.  Nyampe kantor, ngelihat meja n komputer,  yang ada  bosen. Ataukah rasa jenuh itu sudah memuncak? or inikah saatnya aku memikirkan untuk resign dan mencari suasana baru?

Tapi rasanya kok terlalu riskan untuk meninggalkan zona nyaman untuk saat ini. Banyak yang harus dipertimbangkan. Kebutuhan sekolah anak-anak yang masih tinggi utamanya.

Kadang terpikir untuk  jadi Full Time Mom aja. Tapi kadang juga terpikir, apa cukup kalo saya resign dan mengandalkan penghasilan suami saja?

Memang sih…cukup or enggaknya tergantung kita menyikapinya (ngutip kata2 orang bijak) tapi apa iya saya akan sebijak itu menyikapi penghasilan yang biasanya saya bebas berekspresi untuk kemudian harus penuh perhitungan dan yang pasti akan diwarnai rasa ewuh pekewuh pada suami. Belum lagi nanti sindiran mertua…wew….

Aslinya sih..saya bukan tipe penggila belanja, dan kalo diinget2 hampir semua penghasilan saya dedikasikan untuk kepentingan keluarga. Tapi kadang kalo lagi benar2 suntuk n jenuh saya bisa belanja gila2an. ya..itu tadi, sisi keliaran saya keluar..saya pingin mengekspresikan semua kejengkelan hati melalui benda2 yang memikat mata saya. Tapi..teuteup kok…gila2an saya dalam belanja selalu sudah saya perhitungkan seandainya saya sudah bosen ngelihat ‘hasil’ ekspersi saya, maka benda itu harus bisa saya resale. Jadi tetep bisa jadi duit lagi …..  

 Kadang saya iri ngelihat tetangga yang jadi FTM.  Tiap hari bisa nemenin anak-anak.  Bisa melihat perkembangan anak2 tanpa terlewatkan sedikitpun setiap kemajuan yang sudah dicapai. Bisa ngasih semangat pada anak-anak. Mendengarkan segala cerita dan keluh kesah mereka.

(Errr..dipanggil atasan……..)

(Disuruh rapat………………….)

To be continue aja deh…  😛

(kalau sempet……) 😦   

 

Takut naik angkot :(

Gara-gara berita tentang banyaknya perampokan, pencopetan dan perkosaan di angkot aku jadi takut naik angkot. Padahal sebelum ada berita2 itu aku sukaaaa banget kelayapan keliling kota Jakarta mengunjungi daerah2 yang belum kukenal dengan menggunakan angkot or busway.
Tapi, semenjak berita2 horor itu, jadi mikir beribu kali kalau harus naik angkot. Apa iya sih, untuk memenuhi hobbi kelayapanku aku harus naik mobprib? ga asyik banget deh kalo harus bawa mobprib untuk keliling2 Jakarta. Susah cari tempat parkir, itu alasan utamaku yang pertama. Alasan utama kedua..berat di ongkos (lha iya kan..bawa mobprib berarti harus ngasih minum si mobprib, pertamax pula!) alasan selanjutnya..males kalo harus balik lagi ke tempat parkir..ergggghhh udah jauh2 jalan masak harus balik kucing ketempat semula? alasan selanjutanya (lagi) capek lah …kalo harus nyetir sendiri, secara aku nih g hobi nyetir 😦
Katanya, Pemda DKI mau menggalakkan pemakaian transportasi umum untuk mengurangi kemacetan…lha kalo transportasi umumnya g memadai, g nyaman ditambah lagi sekarang jadi ga aman begono gimana orang mau naik transportasi umum?
dan satu lagi..hobiku jadi tak tersalurkan…hiks
Masak sih pemerintah g bisa menganggulangi ketidakamanan ini?
masak sih aku harus say goodbye pada angkot?
masak sih kelayapanku harus dicoret dari daftar hobi?
argghhhhh…..
(curcol disiang bolong karena g bisa kelayapan dengan nyaman untuk memanfaatkan libur week end yang lumayan panjang)

Hai…. :)

Bismillah…
Aku datang kembali, membuka halaman rumah wordpress-ku yang sudah lama tak terjamah. Uff…begitu banyak debu yang sudah mengendap dirumah tak bertepi ini. Bersih-bersih dulu…tengak-tengok..hmmm…ada beberapa yang bertamu dan mampir menuliskan sebaris dua baris kalimat..maaf…belum sempat kujamu 😦
Beberapa bulan ini aku sibuk di rumahku yang satunya lagi…sibuk bersosialita, sibuk bercengkerama dengan tetangga disekitaran rumah satunya.
Hari ini..aku datang lagi ke rumah ini, ingin bertegur sapa dengan tetangga lama..moga masih diterima. Aku kangen..really I do

Ujian boleh nyontek lho…!!!! :( :( :( :o

Sungguh..postingan ini kubuat karena rasa geregetan hati ini pada pemberitaan media massa (TV,Koran,Radio,inet) tentang segala tindak kecurangan dalam ujian nasional.
Awalnya aku mengira bahwa itu hanya isu saja (pdhl udah ada tayangannya juga ya… bloon mode on nih MySpace) tapi begitu dapet laporan langsung dari ibu2 yang anak2nya ikut UN waktu acara arisan RT di perumahanku kok aku jadi geregetan plus merinding juga ya …. ditambah lagi keterangan tetanggaku yang kebetulan bekerja sebagai staf disebuah SMAN di lingkungan kami yang menyatakan bahwa semua itu dilakukan karena adanya perintah dari para atasan sekolah (maksudnya dari Kepsek, Kepsek dari Dinas, Dinas dari atasnya lagi dan atas atasnya lagi hingga sampai ke Bupati/Kepala Daerah) untuk mengejar target tingkat kelulusan…. huaaaaaaaa MySpace bener g sihhhh ??? MySpace
Merinding? hiii…gimana g merinding, di rumah kita selalu berusaha menanamkan pemahaman bahwa jujur itu penting plus ditunjang dengan pendidikan bidang studi Agama (sesuai agama masing2) dan Ilmu Sosial yang diberikan di sekolah yang jelas-jelas selalu mengajarkan untuk berbuat jujur, tidak curang dalam bersikap dan bertindak.
Plus aku yakin, bahwa pada saat menerangkan kedua pelajaran (bidang studi) itu, pasti para guru juga menekankan agar anak2 berbuat JUJUR !!
Eh..lha..kok…pada saat ujian tiba, malah diberi contekan jawaban? atau dibiarkan nyontek dari buku (ngerpek..istilah daerah saya) atau malah diberi keleluasan untuk kerjasama dalam menyelesaikan soal ujian…huuuuhhhh MySpace
Sebagai orang tua, jujur (lho) aku merasa sedih, cemas, khawatir, bingung campur aduk g karuan dan merasa rugi juga kalau hal tersebut sampai terjadi di sekolah anak2ku (untuuung anak2kua belum harus melalui UN).
Sedih, karena apa yang kuharapkan agar budi pekerti jujur itu dapat juga ditanamkan melalui media pembelajaran di sekolah ternyata harus sirna. MySpace
Cemas, karena aku merasa bahwa kejujuran itu bisa2 hilang dari benak anak2…hiks
Khawatir, karena ketakutan anak2 tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah karena ternyata dilingkungan sekolahnya sesuatu yang sebenarnya tidak diperbolehkan menjadi boleh (bahkan mungkin wajib) pada saat-saat tertentu karena ‘mengejar’ target 😦
Bingung…kalau (semua) sekolah di Indonesia seperti itu, kemana lagi harus menitipkan anak2 untuk mereguk ilmu? sekolah ke LN? aaahhhh…..mampu g ya? MySpace
Satu lagi…terus terang..aku juga akan merasa rugi membayar sekolah (yang terkenal mahal) jika ternyata di sekolah nanti anak2ku bukannya tambah pinter tapi tambah bodoh bukan hanya dalam ilmu tp juga dalam akhlak!

Kutanya Ibu2 tetangga itu, gimana perasaan beliau2…ternyata jawabannya sama dengan yang kurasakan. Mereka geregetan, sedih, bingung, cemas campur aduk jadi satu saat anak2 mereka bercerita….
Mereka bilang, mereka ingin anak2 jujur meski kesulitan dalam menghadapi soal2 UN
Mereka ingin anak2 tumbuh dalam pemahaman bahwa segala sesuatu itu harus diperjuangkan termasuk dalam hal kelulusan sekolah.
Tapi apa daya..kalau (ternyata) semua itu sudah tersistem, dari hulu ke hilir…….
Salah2 kalau komplain nanti malah dicibir..hmpffff…bingung..bingung MySpace

Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal

Copas dari http://www.halalguide.info/
Semoga menyadarkan kita bahwa kebiasaan “icip-icip” sebelum membeli itu tidak diperbolehkan.

Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal
February 15th, 2010

Dalam sebuah kesempatan belanja rutin bulanan keluarga kecil saya beberapa waktu lalu saya menyadari, betapa mudahnya zat-zat haram mengancam keluarga saya.

Pada waktu itu, seperti biasa saya dan istri mengajak kedua putri kembar kami yang masih balita mengunjungi sebuah pasar swalayan baru di dekat rumah kami. Kedua putri saya nampak bersemangat setiap kali diajak berbelanja di awal bulan. Kami pun dengan segera menyelesaikan urusan belanja kami di swalayan yang cukup besar itu.

Setelah semua kebutuhan bulanan telah kami masukkan ke keranjang belanjaan, istri saya mengajak kedua putri saya menuju tempat buah segar, sementara saya tidak mengikuti mereka bertiga, karena masih ada barang yang harus saya cari. Tidak jauh dari tempat buah-buahan saya mendapatkan apa yang saya cari, maka saya segera kembali menuju istri dan anak-anak yang sedang berada di dekat rak “jeruk shantang” yang berukuran kecil.

Melihat jeruk yang berukuran mini itu, anak bungsu saya tertarik. Tanpa sepengetahuan umminya, anak saya yang sedang berdiri di dalam keranjang belanjaan langsung mencomot sebutir jeruk dari atas rak dan mulai mengoyak kulitnya sedikit demi sedikit. Saya yang dari jauh mengamati aksi anak saya tersebut tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Seketika itu secara spontan saya meneriaki istri saya, sembari memberi isyarat agar jeruk yang dipegang anak saya itu tidak sampai masuk ke mulutnya.

Jeruk itu belum ditimbang! Itulah masalah utamanya..!!

Saya tak bisa membayangkan, segigit jeruk yang belum ditimbang akan menjadi komponen haram dalam daging putri kecil saya itu. Ya, jeruk yang dimakan dalam swalayan, tanpa ditimbang tentunya tidak akan masuk ke dalam jumlah yang kita bayar di kasir, berarti jeruk itu sebenarnya masih milik swalayan – bukan sampel untuk dicoba – yang dimakan oleh putri saya tanpa membayar..!!

Untungnya saya bisa mencegah hal itu terjadi, akhirnya istri saya membawa jeruk yang sudah terkelupas kulitnya tersebut bersama beberapa jeruk yang lain ke tempatt penimbangan. Setelah petugas penimbang memberikan label harga pada sekantong jeruk tadi, barulah si bungsu saya izinkan untuk melanjutkan memakan jeruk yang diinginkannya, walaupun belum kami bayar ke kasir – namun sudah ada label harga yang harus dibayar ke kasir.

Sepulang dari kejadian di swalayan itu, masih ada yang mengganjal di hati saya. Kulit jeruk yang dikupas oleh anak saya tadi, tidak ikut tertimbang…! Saya hanya berdoa, semoga kulit yang tak tertimbang tadi tidak sampai mempengaruhi harga yang tertera di label, seandainya kulit itu ikut tertimbang…

Mari kita jaga keluarga kita dari tumbuhnya daging haram sekecil apapun…

2/5/10 ba’da subuh

Penulis: Rizky Mukhlisin (masrizky.wordpress.com)

Trouble is A Friend … hiks :(

Trouble Is a Friend – Lenka Song

Trouble he will find you, no matter where you go, oh oh
No matter if you’re fast, no matter if you’re slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the morn, oh oh
You’re fine for a while but you start to lose control…
He’s there in the dark
He’s there in my heart
He waits in the wings
He’s gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
Ah ooh…
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don’t forget as you ease on down the road…
He’s there in the dark
He’s there in my heart
He waits in the wings
He’s gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
oh oh
So don’t be alarmed if he takes you by the arm
I won’t let him win but I’m a sucker for his charm
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
ah ooh
How I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave,
I try, oh oh I try…..

Listen to Songs: http://videokeman.com/lenka/trouble-is-a-friend-lenka/#ixzz1KmivrZa1

hiks..hiks….lagunya bo…..
Tapi memberiku inspirasi n semangat
Bahwa masalah memang merupakan teman kita sehari-hari bukan untuk dimusuhi namun untuk ditaklukkan dan diselesaikan
Hmmmmm…………..