Gayus…gayus….

Sebenarnya, saya nggak ingin komen masalah Gayus, itu sebabnya sejak awal kasusnya mengemuka di mass media saya g pernah posting meski saya secara g sengaja selalu mendengar dan melihat (lha wong dikantor teman saya selalu nyalain TV, katanya kalau TV g nyala g bisa kerja😦 benar2 kecanduan dia) serta membaca perkembangan kasusnya (teman2 rajin beli koran mulai dari Republika, Kompas sampai Lampu Merah, lampu Hijau— hehe ada g sih?—dan juga karena saya rajin ngider ke ruang Direktur dimana tumpukan koran, majalah dan tabloid yang selalu up to date tergeletak di meja setelah dibaca oleh beliau) 🙂
tapi….hari ini saya betul betul pingin posting tentang dia. Saya merasa mangkel bin jengkel membaca komen teman2 di treat/komunitas or di blog2 yang posting tentang kasus Gayus dengan gayanya masing2.
Saya mangkel kalau karena kasus Gayus trus seluruh moral pegawai di Instansi Kemenkeu digebyah uyah (disamakan) dengan Gayus.
Saya jengkel kalau karena Gayus trus seluruh penghasilan pegawai di Kemenkeu disamakan dengan penghasilan Gayus.
Kenapa?
Lha karena g semua pegawai Kemenkeu itu gila duit seperti dia kok. Masih banyak pegawai Kemenkeu yang hidupnya prihatin. Rumah masih ngontrak/nyicil, mobil belum punya, naik bus/angkot kalau ke kantor, mengembalikan uang yang bukan haknya ke kas negara, menolak segala macam suap…pokoke masih banyak yang baik.
Soal penghasilan…catat ya….Kemenkeu itu ada beberapa Direktorat Jenderal dan masing2 Direktorat Jenderal tidak sama dalam memberikan tunjangan. Memang kalau untuk Dirjen pajak dimana Gayus (pernah) menjadi pegawai dan Dirjen Bea Cukai memberikan insentif yang tinggi untuk para pegawainya karena ya memang disana banyak sekali godaan yang berupa duit…so dengan insentif yang tinggi diharapkan mereka g akan tergoda lagi dan khusus untuk Bea Cukai diberikan lebih karena ada yang harus mempertaruhkan nyawanya dalam bertugas.
Dan satu lagi yang membuat saya meringis, menahan pedih…kalau karena kasus Gayus lalu banyak yang mengumpat bahwa semua lulusan almamater dimana Gayus dulu sekolah dinyatakan mempunyai mental yang sama dengan Gayus !
Padahal yang korupsi di negeri ini bukan cuma Gayus, yang lulusan dari PT or ST yang lain juga banyak,tapi kenapa almamater mereka tidak ikut dikambinghitamkan?
Padahal yang korupsi di negeri ini bukan cuma ada di Kemenkeu, pegawai Kementerian lainpun banyak, tapi kenapa kementerian mereka tidak ikut diseret-seret dalam pergunjingan ?
Mbok ya yang adil…

2 thoughts on “Gayus…gayus….

    • hihi…aduh iya nih..*minum dulu ah* waduh sayang rollcake-nya sunflo g bisa dimakan😦
      Maaf, ada yang pertama kali bertamu eh..yang punya rumah lagi kesurupan hehehe….salam kenal balik.
      Maaf..maaf..*bungkuk-bungkuk gaya orang Jepang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s