Lanjutan, Pengalaman MRI II

(Alhamdulillah ya Rab….akhirnya ada juga kesempatan menuangkan sepenggal pengalaman hidup yang telah kau berikan padaku.)
Setelah menunggu beberapa pasien yang telah menunggu terlebih dahulu, akhirnya tiba juga giliranku. dengan deg-degan kumasuki ruang dokter dengan ditemani suamiku (terimakasih ya Yang…telah sabar menungguku, semoga Allah membalas segala pengorbananmu, aamiin), segera kuserahkan hasil MRI yang terdiri dari 3 lembar foto dimana masing2 lembar terdiri dari 8 gambar. Dokter itu melihat foto2 itu dengan mata telanjang (tanpa menggunakan alat yang biasanya digunakan untuk melihat hasil foto rontgen) sementara aku benar-benar cemas😦 , takut kalau-kalau sesuatu yang buruk menimpa bahu dan leherku. apalagi kalau nanti jatuh vonis bahwa aku harus menjalani pembedahan hii..naudzubillahimindzaalik…jangan sampai itu terjadi. Sepertinya harus kujelaskan disini kenapa aku sampai kepikiran sejauh itu. Sebelumnya aku telah melakukan browsing tentang sakit bahu yang berkepanjangan ini dan menemukan sebuah blog yang menuliskan tentang beberapa kemungkinan mengapa bahu dan leher bisa begitu sakit seperti yang kurasakan. Salah satunya adalah kemungkinan adanya syaraf yang terjepit dan salah satu pengobatannya adalah dengan cara dibedah untuk membebaskan syaraf tersebut.
Selagi aku memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, dokter berkata “..hmmm…kalau dilihat dari hasil MRI sih hasilnya bagus…” Allahu akbar !! Subhanallah….itu yang terlontar dalam benakku…sambil terus mendengarkan dokter tersebut berkata ” memang ada pengapuran sedikit, tapi itu normal sejalan dengan usia, syaraf-syaraf juga bagus, terlihat dari aliran yang tak menampakkan adanya penyumbatan…semuanya bagus, gak ada masalah”. Alhamdulillaah……legaaa rasanya, hilang sudah segala kekhawatiran yang sebelumnya sempat terbayang-bayang. Tapi trus kalau ga ada apa2 kenapa aku begitu kesakitan? ” bisa jadi karena posisi anda yang salah…berjam-jam di depan komputer tanpa mengubah posisi atau melakukan relaksasi” jelas sang dokter. hmmm….betul juga. Selama ini memang kalau pekerjaan sudah numpuk apalagi yang mendekati deadline, kejar tayang…secapek apapun aku g perduli yang terpikir pekerjaan harus selesai jangan sampai negara kena denda karena kesalahanku. hmmmm……………
” Trus apa yang harus saya lakukan dok, untuk menghilangkan sakit ini, dan apakah bahu saya nantinya bisa normal seperti sedia kala?”
“Bisa saja, asal anda rajin stretching, tidak memaksakan diri saat sudah capek”
Aku diam sejenak, teringat tujuan utamaku melakukan MRI
“Dok, kalau dengan fisioterapi bisa membantu gak Dok?” tanyaku pelan, takut dikira sok pinter or sok tahu, hiks…
“Bisa, kalau anda mau saya bisa rekomendasikan untuk terapi”
oalah..jadi kalau aku tadi tidak melontarkan pertanyaan tadi, belio gak akan ngasih rekomendasi?😦
“Iya..dok, tolong rekomendasikan Dok, biar nanti saya cepet pulih Dok.” sahutku cepat, takut kalau2 belio berubah fikiran.
Akhirnya, belio menulis surat referensi yang ditujukan kepada Dokter Rehab Medik dan resep yang harus ditebus.
(maaf..harus bersambung lagi…waktu tidak mencukupi untuk melanjutkan..Insya Allah diteruskan lain waktu. Mohon doanya ya….🙂 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s