Lanjutan, pengalaman MRI..

Alhamdulillah, akhirnya ada waktu untuk melanjutkan tulisan terdahulu.
Pada tulisan sebelumnya, saya belum menyampaikan alasan kenapa saya akhirnya balik lagi ke dokter…
Pertama adalah..saya betul2 penasaran ada apa sih dileher saya? kedua…saya ingin mendapatkan terapis perempuan,
ketiga…saya ingin lokasi terapi lebih dekat karena bisa menghemat ongkos transport (kalau ke Joglo sekali terapi ongkos minimal Rp 95.000)
Keempat…kembali ke masalah biaya…kalau di RS biaya terapi (kata teman yang pernah terapi) Rp 75.000….
Oke, akhirnya tiba juga hari yg telah ditetapkan, setelah melalui beberapa prosedur administrasi (biasalah RS, pake ASKES lagi) akhirnya saya memasuki ruang tunggu MRI. Bisa dikatakan ruang tunggu itu lumayan mewah..ada kursi tamu yang (mungkin dulunya) lumayan empuk😦 , udaranya sejuk (pake AC), ada pesawat televisi 21″ (kalo g salah), dan disediakan koran edisi hari yg bersangkutan.
Satu persatu pasien dipanggil, masing2 melewatkan waktu sekitar 25 menit didalam ruang MRI. Sambil menunggu, saya H2C (harap2 cemas gitu loh..) berdoa agar saya tak perlu disuntik (katanya sih untuk lebih memperjelas syaraf yang akan di foto, lagipula kalau pake suntik biayanya Rp650rb kl tanpa suntik Rp450rb yg hrs dibayar cash). Akhirnya giliranku pun datang, saya dipersilahkan memasuki ruangan yang suhunya lebih dingin…dan diminta berganti pakaian diruang khusus (ya iyalah..masak diruang terbuka hiii…) semua perhiasan harus dicopot (termasuk yg berbahan emas), HP harus ditinggal diruang tunggu or di loker, jam tangan…pokoknya memasuki ruang MRI harus bebas perhiasan dan hanya memakai baju “seragam” RS.
Setelah berganti pakaian, saya dituntun oleh perawat menuju ruang yang didalamnya terdapat mesin/alat MRI yang berbentuk silinder, yang kalau ditutup mirip sebuah kapsul or pesawat ruang angkasa mungkin🙂
Kemudian saya disuruh berbaring di tempat yang mirip tempat tidur yang terhubung dengan mesin MRI, diselimuti, bagian kepala ditahan oleh penyangga yang membuat kita pada posisi menghadap ke atas, dan bagian dagu ditutup dengan sebuah alat yang mirip (apa ya..) pokoknya untuk menyangga dagu dan diminta untuk tidak bergerak selama minimal 15 menit! dan telinga diberi headset yang bunyinya berasal dari salah satu radio swasta…dan, saya ditinggal sendirian di ruangan itu.
Setelah semuanya siap…saya merasa tempat berbaring saya bergerak naik kemudian bergerak menuju tabung silinder. Setelah posisi mesin telah pas, mulai terdengar suara berderak…sempat kaget juga tapi kemudian saya hibur diri sendiri bahwa semuanya under control. Meskipun telinga saya dipenuhi suara samar2 sebuah lagu, tapi suara berisik yang dihasilkan oleh mesin MRI tetap terdengar jelas. Terkadang ada kilatan-kilatan cahaya di atas kepala saya, mirip kilatan listrik …deg-degan ..pasti iya..tp tetap saya penuhi hati dengan istighfar dan tasbih, dan doa semoga Allah selalu melindungi saya dan meridhoi semua ikhtiar saya…(sebegitunya ya…?🙂 )
Setelah sekian lama diam tak bergerak…hingga leher saya mulai terasa capek, akhirnya masuklah seorang perawat, perlahan tempat berbaring saya bergerak keluar dari tabung (legaaaa rasanya) kemudian segala peralatan yang ada di atas tubuh saya dilepas dan tempat berbaring saya bergerak turun. Selesai sudah MRI. Setelah berganti pakaian kembali saya diminta untuk menunggu hasilnya diruang tunggu semula.
Sekitar jam 11.00 hasil MRI telah saya terima, dan kembali saya melalui beberapa administrasi agar bisa ketemu dokter ahli syaraf hari itu juga. Dan kembali saya harus menunggu diperiksa…..(to be continue..he..he…maaf ya…)

8 thoughts on “Lanjutan, pengalaman MRI..

  1. hai mbak.. aku alin, 15 tahun. aku barusan aj baca postingan ini. aku jadi mau tny soal suasana mri soalny aku mau mri hari slasa nanti. yn mau aku tny, pas, mri nanti kita merem ato boleh buka mata yh mbak? makasi mbak..

  2. makasih banyak yah mba Is, saya juga baru mau MRI tapi takut disuntik kontras juga, karena saraf yg bermasalah konon ada di leher. Moga2 dirimu ud sehat walafiat skrg ya mba😉

  3. maaf mba..saya mau tanya nih..sebenernya fungsi mesin mri itu apa ya? dan kalo boleh tau, mba waktu itu sakit apa?kok sampe harus menggunakan mesin ini?🙂

    • fungsi mesin MRI sendiri banyak ya salah satunya untuk melihat kemungkinan adanya otot/syaraf yang kejepit….coba di google kan aja. Waktu itu saya merasa mulai dari leher sampai ke pundak itu sakiiiit banget sampai2 tangan g bisa digerakkan, badan terasa pegal2 dan mudah lelah. Nah oleh dokter sudah dikasih macam2 obat tp hanya berpengaruh sedikit saja dan akhirnya disarankan utk CT-scan or MRI untuk melihat kemungkinan di atas, tp alhamdulillah semuanya baik2 saja, ternyata kaku otot karena kebanyakan di depan komputer dan posisi statis. Begituuuu…..makasih udah mampir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s