update, 2010, hari-hari yang terlewatkan

Hmmmmm..sudah lama ya gak update rumah maya ini…begitu banyak yang telah terlewat yang tak sempat kutuangkan dalam tulisan. Hingga memasuki tahun 2010, tahun baru, tahun dimana segala asa kembali disambungkan untuk diusahakan tercapai setelah ditahun sebelumnya belum dapat terselesaikan.
Ngomong2 tentang hari yang terlewatkan yang belum sempat kutuliskan, ada satu peristiwa yang hingga saat ini masih aku jalani, dan begitu ingin aku tuliskan. Meski bukan berita gembira tapi siapa tahu bisa bermanfaat untuk mereka yang mungkin tersasar ke rumah maya-ku ini.
Well…sudah sejak sebelum puasa tahun kemarin (2009) aku mengalami nyeri leher, pundak dan menjalar sampai ke lengan kanan hingga aku tak bebas lagi beraktifitas. Dan jika nyeri itu begitu hebat maka akan membuat kepalaku terasa ditarik-tarik, sakit tak karuan. Gejala awalnya sih cuma nyeri di leher kanan (tengeng-jawa red) dan sudah ku konsultasikan ke dokter kantor, oleh beliau aku diberi gel untuk penghilang nyeri, namun meski telah kuoleskan berkali2 nyeri itu tak hilang juga bahkan makin parah hingga untuk sekedar ngetik pun aku tak sanggup berlama-lama (padahal kerjaan utamaku ya..berhubungan dengan entry data😦 )
Akhirnya merasa gak kuat lagi aku mengunjungi dokter neurologi (ahli syaraf), diagnosa pertama..kekakuan otot..well..mungkin juga…dan aku diberikan beberapa jenis obat untuk kuminum. Setelah beerapa kali minum obat, nyeri itu sedikit berkurang namun hingga habis obat kuminum rasa nyeri itu masih ada.
Aku pun kembali ke dokter…kunjungan kedua ini aku ‘dihadiahi’ tiga suntikan di pundak kanan dan beberapa obat dan jika belum hilang juga disarankan untuk MRI, Alhamdulillah untuk beberapa hari nyeri itu hilang..tapiiiiiiiiiiiiiiiii….begitu obat habis belum hilang juga nyeri itu…kembali aku ke dokter dengan persiapan metal (dan pengetahuan tentang MRI yg kuperoleh dari mbah google) bahwa aku akan di MRI, dan kebetulan dokter yang dulu menanganiku di RS itu adalah dokter konsulen dan hanya pasien baru yg akan ditangani dokter konsulen…hmmmmmm…ya….baiklah…toh kupikir semua dokter itu sama..jadilah aku ditangani dokter lain dan diluar dugaan dokter ini tidak merekomendasikan utk MRI tapi CT scan…oh my God! Kok jadi CT-scan?
Ya sudahlah..kuterima surat pengantar CT-Scan, tp tidak segera kulaksanakan..kenapa? karna aku lebih memilih MRI yang meskipun harganya mahal tp lumayan aman dibandingkan CT-Scan yang menggunakan sinar-X dan hasilnya pun jauh lebih akurat MRI. Maka dengan nyeri yang harus kutahankan serta kegamangan hati, aku bertanya kesana-kemari tentang sakit yang kualami serta kemungkinan pengobatan lain. Kembali mbah google menjadi tumpuan harapanku…dari beberapa blog kutemukan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dengan fisioterapi namun tak ada klinik fisioterapi yang menerima pasien tanpa rekomendasi dokter! ow..ow…
Tapi aku tak mau berputus asa..selama berhari2 kutelusuri layar komputer untuk mendapatkan klinik fisioterapi yang menerima pasien tanpa rekomendasi dokter..dan Alhamdulillah akhirnya kutemukan juga, sebuah klinik di daerah Joglo Jakarta barat mau menerima pasien tanpa surat dokter. Setelah berkonsultasi dengan terapisnya (Bpk Yudi) melalui blog beliau, aku sepakat untuk datang. Yang jadi kendala adalah..jaraknya yang lumayan jauh dari kantor maupun dari tempat tinggalku serta tidak adanya terapis perempuan yang berarti aku harus mengajak suamiku, well…..ngerasa sungkan juga sih..apalagi suamiku sempat pesimis kalo terapi ini bakal berhasil…tapi kupaksakan beliau untuk mengantarku sekali saja pada kunjungan pertama di bulan November 2009.
Disana aku menerima tindakan penarikan leher (aku gak tau apa namanya), pemanasan bahu dengan lampu sinar merah, pemijatan dengan alat yang seperti besi bulat yang terasa hangat dan pemijatan manual (dengan tangan), selanjutnya bagian lenganku diterapi dengan sengatan listrik selama beberapa menit dan terakhir pemijatan manual lagi. Subhanallah….selesai terapi kepalaku terasa ringan, nyeri dileher menghilang dan nyeri dilengan berkurang jauh. Aku mengulangi terapi ini sebanyak 3 kali dan benar2 jauuuuuuuh berkurang nyeri itu hingga tinggal nyeri di bahu yang kadang2 masih timbul. Sebenarnya aku masih diharapkan untuk datang sekali lagi..tp terhambat adanya demo pada hari buruh nasional, besoknya terhambat lagi karena suamiku harus tugas keluar kota (selama tiga kali terapi suamiku bersedia mengantar), besoknya lagi terhambat karena aku harus menyelesaikan kerjaan yang mengalir bak air bah di bulan Desember hingga berlarut2 tak terlaksana terapi itu.
hmmmmmppppffffff………dengan rasa sedikit terpaksa kudatangi lagi RS untuk melaksanakan rekomendasi dokter neurologi untuk CT Scan..dan wow….ajaib begitu aku masuk ke ruang radiologi, petugas disana menyatakan bahwa sudah 5 hari alatnya rusak, kalau mau MRI cervical ada. Hmmm..mungkin memang nasibku harus MRI. Maka dengan rekomendasi terbaru dari dokter, aku mendaftar dalam daftar antrian pasien MRI dan mendapatkan jadwal MRI tanggal 20 Januari 2010.
Pengalaman MRI di tulisan berikutnya ya……….🙂

5 thoughts on “update, 2010, hari-hari yang terlewatkan

    • Di Ruko Intercon megah W4/30 Jakarta Barat mbak… aduh, maaf ya…udah lama g buka blog jadi g segera terjawab.
      Dengan Pak Yudiono, beliau juga punya blog, coba di google-kan Jakarta Fisiotherapy Center…bisa konsul dulu dg beliau🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s