Grand Opening Gramedia Grand Indonesia Jakarta

Kemarin, tanggal 23 Desember 2008, aku ke Gramedia Grand Indonesia yang katanya merupakan toko buku terbesar di Asia Tenggara. Awalnya sih..karena dikasih tahu teman kalo Gramedia GI lagi ngadain discount 30% s.d tanggal 26 November sehingga benar2 memacu semangatku untuk berburu buku sekalian melengkapi koleksi buku2 di rumah.

umum favorit-ku -Busway- (buat yang gak suka busway jangan manyun deh ah…) aku berangkat . Naik dari shelter Pasar Baru transit di Harmoni diteruskan dengan busway jurusan Blok M.

Begitu turun dari busway, kulanjutkan dengan jalan kaki menuju ke GI. Sempet bingung muter2 nyari jalan masuk bahkan sempet salah masuk untuk jalan yang khusus buat mobil sampe nanya ke satpam yang lagi sibuk meriksa mobil dengan GARRET-nya dan nerima jawaban cuek ” tuh yang di sono” dan kuterima dengan ucapan oh dan terima kasih meskipun sebenarnya belum mudeng arah mana yang musti kulalui dan permakluman dalam hati bahwa si mas satpam memang lagi sibuk beibeh…aku jalan melewati sebuah tangga beton yang ternyata…menuju ke jl. Thamrin lagi. Ya Allah …muter tempat yang sama! Bener-bener deh… mengasihani diri sendiri sebagai seorang yang di takdirkan sebagai pejalan kaki ūüė¶

Akhirnya dengan sedikit sebal dan semangat yang masih membara untuk mendapati Gramedia ditambah a little big curriosity about the way through…aku muter lagi ke arah samping bangunan megah itu..dan Alhamdulillah akhirnya ketemu juga jalan masuk. Namun ternyata perjuanganku belum berakhir dengan happy ending. Ada sebuah pintu kaca yang dijaga oleh seorang Satpam. Dengan takut-takut (oh my God…belum pernah aku sekeder ini memasuki sebuah plaza or mall) aku bertanya pada pak Satpam ” Pak, kalau mau ke Gramedia bisa lewat sini?”¬† “oh lewat yang sana mbak”¬† setelah¬† mengucapkan terima kasih aku langsung menuju arah yang ditunjuk.¬† Dan selama menuju pintu itu aku masih sempet mencuri baca pada sebuah tulisan yang terpampang di dinding dalam gedung yang di jaga Pak Satpam tadi.. tertulis…MENARA BCA. o la la…ternyata itu kantor BCA. Pantas semua yang masuk pake name tag BCA.¬† weleh..weleh

Akhirnya sampai juga aku di pintu sebuah gedung lagi…disitu ada seorang Satpam lagi lengkap dengan Garret-nya dan sekali lagi aku bertanya apa bisa ke Gramedia melalui pintu yang dijaganya. “Oh..bisa bu, tapi nanti ibu harus keluar lagi dan naik ke lantai 2 melalui eskalator”. Well..oke deh..daripada musti muter2 dan nanya2 lagi aku langsung masuk dengan melalui pintu detector. Memasuki ruangan itu aku betul-betul dibuat terpesona. Interior ruangan begitu indah dan megah…segala macam merk kosmetik terbitan luar negeri ada di sana. Para Beauty Advisor (BA)-nya benar2 beda dengan¬† BA-BA yang di counter kosmetik yang sama namun di tempat yang berbeda. Sambil celingak-celinguk mencari the Exit Door dan cuci mata menikmati keindahan interiornya, dan seingatku hanya aku seorang pengunjung di toko itu, begitu sepi dan lengang.¬† Tiba2 seorang SPG parfum mendekati menawarkan parfum, sambil tersenyum ku tolak dengan halus dan bertanya di mana jalan keluar menuju gramedia dan dia pun menunjukkan sebuah pintu yang..lagi lagi dijaga seorang Satpam!
Sekeluar dari pintu itu, disepanjang dinding lorong kubaca sebuah nama HARVEY NICHOLS, oh..jadi tadi itu toko harvey nichols toh……dan didepanku terdapat sebuat eskalator menuju ke lantai I, aku menaikinya dan melihat disekeliling bahwa gedung pertokoan ini benar2 sepi, beberapa toko sudah dibuka namun kebanyakan kios (emang di pasar?)¬† sepertinya malah belum ada yang punya. Hanya ada satu dua orang pengunjung dan kesemuanya sepertinya mempunyai tujuan yang sama denganku..menuju Gramedia!¬† Aku jadi berpikir, apa ya untung jualan ditempat yang sepi seperti ini. Memang sih..tempatnya begitu elit, tempat duduk yang mewah pun ada hampir disetiap sudut di setiap lantai. Pokoknya super duper nyaman deh….dan yang pasti harga yang ditawarkan pun khusus untuk kalangan elit kalo gak boleh dibilang jet set or kaum borjuis Jakarta.

Namun ternyata suasana sepi itu tidak berlaku di Gramedia. Pengunjung begitu membeludak dan seperti berlomba mencari buku-buku yang ingin dimiliki. Aku pun segera bergerilya. Buku pertama yang kucari adalah tetralogi laskar pelangi, MARYAMAH KARPOV, sebenarnya aku sudah tidak berminat untuk memiliki buku ini karena harganya yang cukup mahal Rp 79.000 tapi berhubung diskon, kuambil jua buku itu. Lumayan jadi Rp 55.000. Setelah itu kuambil buku komik matematika seri 2 buat anakku yang sebelumnya sudah memiliki seri 1 dan 3. selanjutnya…tanpa terasa sudah 10buku masuk kantong belanja plus¬† kartu seri dinosaurus dan kartu balita cerdas. Sebenarnya masih ingin berburu tapi berhubung budget terbatas ‘cuma’ 500 ribu plus tangan sudah pegal membawa kantong belanja kuputuskan menuju kasir dan membayarnya . Total harga yang harus kubayar sebenarnya Rp 504.400 diskon 30% jadi ‘cuma’ Rp 378.400. Lumayan….

Aku yakin, ini adalah kunjungan pertama dan terakhirku ke Grand Indonesia, karena gak mungkin ada yang bisa kubeli disana kecuali kalo gramedia ngadain diskon lagi!

Well….that’s¬† it.¬† Grand Indonesia is the most beautiful and comfort place to shop but of course not for people like me. It’s only for them, who has a lot of money.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s