1 Desember = Aids Day = Waktunya bagi-bagi KOndom!!!

Masih berkaitan dengan soal hari aids sedunia yang jatuh tanggal 1 Desember kemarin dan postingan sebelumnya. Saya merasa ada yang salah dengan peringatan hari aids ini, kalau memang tujuannya untuk mengingatkan orang agar selalu waspada terhadap virus HIV/AIDS seharusnya kegiatan yang dilakukan bukannya dengan membagi-bagikan kondom kepada para pelajar (Surabaya) dan meng-kondomi tiang-tiang pagar keraton (Jogjakarta…kalo gak salah inget) karena hal itu malah memicu kaum muda untuk berpikir bahwa …

“oh, HIV/AIDS itu gampang cara pencegahannya tinggal pake kondom, beres deh..”

atau pemahaman-pemahaman lain yang sejatinya malah menjerumuskan mereka kedalam HIV/AIDS itu sendiri.

Seharusnya kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat khususnya kaum muda untuk mengunjungi para penderita HIV/AIDS untuk mengetahui dengan jelas apa pengaruh virus itu terhadap fisik dan psikisnya, jika memungkinkan mengajak penderita HIV/AIDS itu untuk berbagi cerita tentang asal mula dia terkena virus mematikan itu apa dampak yang ditimbulkannya baik terhadap diri sendiri, keluarga dan mungkin lingkungan sosial maupun reaksi pertama dari lingkungan ketika mereka mengetahui jika ada seseorang di sekitar mereka yang terkena HIV/AIDS.

Bertemu langsung dengan penderita HIV/AIDS itu sangat perlu karena selain untuk menunjukkan secara nyata apa itu HIV/AIDS, masyarakat juga turut diajak untuk tidak mengucilkan para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) apalagi kita tahu bahwa belum tentu mereka yang terkena virus semuanya mendapatkan dari seks bebas atau suntikan narkoba, tetapi ada pula yang mendapatkannya karena keturunan (bayi2 yg orangtuanya mengidap HIV/AIDS) ibu2 yang terpaksa harus menanggung virus karena mendapatkannya dari para suami atau orang2 yang terkena HIV/AIDS karena keteledoran paramedis yang merawatnya (biasanya karena jarum suntik/infus yang tidak diganti). Dengan simpati dan empati yang ditunjukkan masyarakat akan bisa mengurangi sedikit penderitaan dan kepedihan para ODHA sekaligus mengajak masyarakat untuk menjauhi segala kegiatan yang akan mendekatkan atau bahkan mungkin menjerumuskan mereka ke HIV/AIDS. So..dengan begitu, Insya Allah, HIV/AIDS bisa ditekan seminimal mungkin bahkan malah bisa dienyahkan dari bumi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s