Setan tak lagi terbelenggu…………..

Sebenarnya baru 2 minggu kita menjalani puasa, namun gegap gempita rencana mudik atau memeriahkan idul fitri sudah heboh mengunjungi setiap rumah di kota-kota yang penghuninya mayoritas adalah para urban. Bahkan mungkin gema mudik telah lebih dahulu hadir mendahului gema ramadhan. Apa lacur, namun lebih ke bagaimana memeriahkan Idul Fitri tanpa peduli apakah telah lolos ujian Ramadhan atau tidak. Tak peduli apakah mendapatkan lailatul Qadar atau tidak. Yang terpenting adalah bagaimana bisa tampil lebih kinclong dari biasanya pada saat Idul Fitri, yang terpenting bagaimana menjejali meja rumah dengan segala macam kue dan makanan yang legit dan nikmat, yang terpenting adalah bagaimana mendapatkan tiket pesawat, kereta api, bis, kapal laut atau moda transportasi lainnya yang memang menjadi barang super langka dan terprioritas secara tiba-tiba sebulan menjelang ramadhan. Atas nama Idul Fitri, sehari menjelang Ramadhan orang pun terlihat mulai mengular di depan loket penjualan tiket KA, pengusaha angkutan darat mulai beramai-ramai memasang pengumuman kapan penjualan tiket mudik sudah bisa dibeli (tentu dengan NB. HARGA BELUM BISA DIPASTIKAN, dalam artian harga bisa saja melonjak sangat tajam dibandingkan hari-hari biasa), harga barang kebutuhan pokok dan tidak pokok langsung melejit, namun tetap saja pasar dan mall penuh pembeli. Aksi borong tak terelakkan. Parahnya lagi, pemerintah seperti tidak punya daya untuk mengendalikan apalagi mengontrol fenomena yang sebenarnya sudah berlaku berpuluh-puluh tahun lamanya. Calo tiket merajalela, penimbunan barang kebutuhan massa tak terendus aparat. Rakyat benar-benar dibiarkan berjuang sendiri dengan segala risiko dan kepedihan. Ramadhan dijalani tanpa esensinya, Ramadhan hanyalah ajang menahan lapar dan haus tanpa diimbangi menahan yang lainnya. Kalau dulu, pada setiap Ramadhan orang benar-benar bertobat dengan menghentikan segala tindakan tercela yang biasa dilakukan di selain Ramadhan maka kini orang malah semakin beringas berbuat tercela, tidak percaya? coba lihat berita-berita di media massa, banyak pedagang menjual daging sapi dan ayam gelonggongan, para calo tiket berlomba menjebak mangsa, aksi penimbunan tepung terigu, gula, margarin dan lain-lain makin tak terkendali bahkan bangkai pun dijual untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat. Kalau orang dulu bilang bahwa di bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu sekarang setan-setan berpesta pora di bulan Ramadhan. Ternyata…..Ramadhan jaman sekarang tak lagi mampu membelenggu para setan !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s