Sumbangan

Sumbangan…sudah sering kan mendengar kata itu? saya yakin semua orang pasti sudah pernah mendengar kata ‘SUMBANGAN’ dan bahkan mungkin sudah pernah memberikan sumbangan. Sumbangan merupakan satu bentuk kegiatan menolong orang lain yang tengah mendapat kesusahan (sakit, kematian, kekurangan uang, dsb) atau untuk menunjukkan keikutsertaan kita merasakan apa yang dirasakan a.k.a kegembiraan (pernikahan, sunatan, kelahiran dsb) meskipun untuk kategori yang terakhir disebutkan jarang disebut sebagai sumbangan dan lebih sering disebut

Di kantor, ketika kita menerima sirkulir (daftar penyumbang) sumbangan yang pertama kali kita baca adalah judul sirkulir atau juga mungkin surat pengantar sirkulir yang menunjukkan untuk apa sirkulir itu diedarkan, siapa penerima sumbangan dan peristiwa apa yang menyebabkan seseorang dianggap pantas menerima sumbangan. Kemudian berikutnya adalah daftar nama-nama penyumbang termasuk berapa yang telah mereka sumbangkan. Sudah menjadi fitrah manusia mempunyai keingintahuan untuk mengetahui berapa sih jumlah sumbangan teman/rekan-rekannya. Sebenarnya hal ini bukanlah suatu masalah besar asalkan tidak dijadikan ajang untuk berlomba-lomba memperbesar sumbangan dengan tujuan riya’ atau malah sebaliknya mencari jumlah sumbangan yang terkecil (biasanya sih..orang pelit yang punya kelakuan begini…. 😉 )

Menurut saya – ini menurut saya lho….- sebaiknya ketika kita menerima sirkulir sumbangan, sebelum melihat daftar penyumbang dan berapa besar sumbangan mereka, yang semestinya dilakukan adalah :

  • kita tentukan dulu dibenak kita berapa kita akan menyumbang (dasar penentuannya adalah peristiwa yang memerlukan sumbangan dan siapa yang menerima sumbangan)
  • Dalam hal sumbang menyumbang hendaknya kita memberikan sumbangan yang lebih besar kepada pihak yang tergolong ekonomi lemah (atau yang tingkat perekonomiannya dibawah kita or setingkat dengan kita) atau paling tidak sama dengan jumlah yang biasanya kita berikan kepada pihak yang tingkat perekonomiannya lebih tinggi dari kita (atau malah bisa dibilang kaya)
  • Jangan membiasakan diri kita dengan rasa ujub, riya’ saat menyumbang
  • Hilangkan rasa bahwa kalau menyumbang untuk orang kaya maka jumlahnya harus besar (karena kalo nyumbangnya kecil merasa malu atau takut gak diundang lagi😳 ) dan kalau menyumbang untuk orang miskin sekedarnya saja. 😕 . Pandangan seperti ini harus diubah karena sebenarnya yang lebih membutuhkan sumbangan adalah orang miskin
  • Yang terakhir adalah IKHLASSSSSSS (kok S-nya banyak? karena sulit untuk melakukannya kalau kita tidak terbiasa)😆

Bagaimana? setuju tidak??? ya..itu sih menurut saya yang berarti itu adalah pendapat saya pribadi kalau yang lain tidak sependapat atau bahkan mungkin mau menambahkan apa yang semestinya dilakukan sebelum menyumbang ya..monggo saja.😎

<a href=”http://photobucket.com/icons/&#8221; target=”_blank”><img src=”http://i276.photobucket.com/albums/kk13/daniellepcos/Smilies%20and%20Emoticons/emoticons-1232.gif”></a&gt;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s