Kado Ingat Mati, Memilih saat Terindah bertemu dengan-Nya

Sudah lama gak ngisi postingan di kategori Perpustakaanku…bukannya gak pernah beli buku lagi..malah mungkin cukup banyak buku yang sudah terbeli cuman..sebagian ada yang belum kebaca dan yang udah kebaca belum sempat di posting. So..kali ini ada buku ter-gress yang ingin aku posting. Emang dari judulnya sih mungkin agak serem ya..karena terkait dengan kematian. Tapi memang buku seperti inilah yang sangat ingin aku baca karena sudah lama aku memikirkan tentang kematian…kebimbangan dan pertanyaan tentang bagaimana aku menemui ajalku nanti benar-benar sangat meresahkanku. Dan dengan membaca buku ini sebagian dari pertanyaan-pertanyaanku mulai terjawab meski tetap tidak mengurangi kadar keresahanku.
Buku ini ditulis oleh Ustadz Yusuf Mansur dan diterbitkan oleh Salamadani, Bandung.
berikut cuplikan pengantar penerbit :

“Umumnya, manusia menganggap kematian itu sebagai sesuatu yang menakutkan, menyakitkan, dan mengerikan. Karena, secara tabiatnya, manusia ingin hidup dan mencintai kehidupan. Dia tidak ingin susah, takut, sedih, sakit, dan ngeri. Kematian dianggap bersinonim dengan semua yang tidak diinginkannya itu”

Tidur yang tak akan pernah bisa kembali dan Bangun di tempat yang berbeda merupakan dua judul bab yang terdapat dalam buku ini. Dalam bab ini kita diajak untuk mengingat tentang nikmat tidur yang diberikan Allah pada kita dan kemungkinan untuk tidak pernah terbangun lagi, coba baca yang berikut :
Kematian, bukanlah akhir segalanya. Kita bukan daun, yang bermula segar berseri, lalu layu, mati dan …selesai. Kita manusia. Dimana bagi kita, kematian adalah justru awal segalanya. Cerita cinta dibuka, beriring dengan cerita benci. Seluruh rekaman dan potret kehidupan pun ditayangkan kembali. Tersenyum atau menangis di alam kematian adalah pilihan ketika kita hidup di dunia. Akankah kita mengalami satu tidur, yang tidak akan pernah kita bangun kembali?

Berikut 6 tips menjelang tidur :
1. Berwudhu menjelang tidur ——- (terus terang udah lama banget aku gak mengamalkan ini lagi😦 😦 😦 )
2. Sholat sunnah tobat menjelang tidur —— (blasss belum pernah)
3. Membaca Al-quran menjelang tidur ——- ( almost everynight ..baca ayat kursi !)
4. Berzikir menjelang tidur ——- (kadang-kadang)
5. Berdoa menjelang tidur —— (Insya Allah rutin)

Selanjutnya bab yang menarik bagiku adalah bab Kesadaran yang sia-sia (3); Dua penyesalan Yang dimaksud dua penyesalan di sini adalah 1) penyesalan ketika kematian datang . Kenapa dikatakan penyesalan yang sia-sia? karena kesadaran ini muncul ketika ruh sudah terpisah dari jasad.
” Hingga apabila kematian datang kepada seseorang di antara mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan” (QS. Al-Mu’minun [23] : 99)
“Jawab Tuhan, sekali-kali tidak bisa! Sesungguhnya, itu adalah perkataan yang diucapkan saja sedangkan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun [23] : 100)
2) Penyesalan ketika sudah berada di neraka
” Mereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami. Dan kami mengakui kami adalah orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka ini dan kembalikanlah kami ke dunia. Maka, jika kami nanti kembali dalam posisi tetap kepada kekafiran, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.’ (QS.Al-Mu’minun [23]:106-107)
Berikut adalah ciri-ciri orang yang masuk dalam kategori pendusta di hadapan Allah :
– Punya rezeki tetapi pelit,
– badan sehat tidak mau sholat,
– kaya tetapi zalim,
– berdagang tetapi curang,
– pendiam tetapi pendendam,
– durhaka kepada orang tua,
– tidak suka disakiti tetapi suka menyakiti,
– beribadah sama rajinnya dengan bermaksiat
(sighhhh…………aku termasuk gak yaaa????? takutnya gak sengaja pernah……..sighhhhhhh)

Bab selanjutnya……..Melihat surga dan neraka


PERMOHONAN AMPUN DARI SEORANG HAMBA AKAN SELALU DITERIMA ALLH, ASALKAN NYAWA BELUM DITENGGOROKAN


Diriwayatkan dari Rasulullah saw., ruh seorang mukmin tidak akan keluar dari jasadnya sehingga ia melihat tempatnya di surga. Sedangkan, ruhnya orang kafir (termasuk orang kufur nikmat) tidak akan keluar sehingga dia melihat tempatnya di neraka.
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin orang mukmin bisa melihat tempatnya di surga dan yang kafir bisa melihat tempatnya di neraka?”
Rasulullah menjawab,” Sesungguhnya Allah telah menciptakan Malaikat Jibril sebaik-baik bentuk dan memiliki 600 sayap. Dari sayap-sayap tersebut terdapat dua sayap yang berwarna hijau seperti sayap burung Suari. Apabila dia mengembangkan sayapnya, terbentanglah sayap itu antara langit dan bumi. Di sayap kanan terdapat gambaran surga beserta isinya, yakni bidadari, istana, kamar bertingkat, sungai, buah-buahan, dsb. sedangkan di sayap kiri, terdapat gambaran neraka jahanam beserta isinya, yakni ular, kalajengking, kamar-kamar tingkat rendah, dan Malaikat Zabaniya.”

Adalah hak Allah untuk menempatkan kita di mana pun Dia mau. Namun, kita diperbolehkan memilih dengan menempuh jalan-jalan kebaikan atau menempuh jalan-jalan keburukan.

Tulisan di atas adalah sebagian kecil dari isi buku, masih banyak lagi bab dengan pembahasan yang luar biasa. Semoga penerbit dan penulis tidak keberatan sebagian isi bukunya diposting di blog ini. Dan saya sangat berterima kasih kepada Ustadz Yusuf Mansur yang telah sudi berbagi ilmu sehingga sebagian pertanyaan yang selama ini berkelebat di pikiran ini terjawab.
Untuk para tamu yang sudi mampir di blog ini dan ingin tahu lebih banyak saya persilahkan membeli buku beliau. Insya Allah gak mahal dan benar2 perlu untuk dimiliki.

Sungguh Engkaulah Pemilik Rahasia kehidupan setelah kematian. Hanya Engkaulah yang tahu apa hak kami kelak. Ya Rabb……demi melihat apa yang selalu hamba lakukan….Ah, sepantasnya hamba tahu jawabannya. Hamba banyak membuat orang kecewa. Hamba banyak membuat orang menangis dan bersedih. Dan, kebaikan hamba terlalu sedikit untuk menyelamatkan hamba…..
Sungguh, Engkaulah Pemilik Rahasia kehidupan setelah kematian. Hanya Engkaulah yang tahu apa hak kami kelak. Namun, karena itulah kami tidak khawatir sebab Engkau Maha Pengampun, yang selalu berkenan menutup keburukan demi keburukan dan membuang catatan keburukan kami….Salahkah kami berharap ampunan-Mu? Salahkah kami berharap ampunan-Mu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s