Pussy…………miawww

Si empus emang bener2 lucu. Sejak kecil aku sudah seneng banget melihara kucing. Dari kucing yang udah gede sampe yang miaw..miaw …di jalanan nyari embok-e. Pernah suatu ketika ada kucing yang bener-bener baru lahir gak tau kenapa kok sampe keluyuran di jalanan. badannya bener-bener kucel, matanya belekan…wis pokoknya mesak-ake tenan. Tanpa ba bi bu langsung ku bawa pulang. Nyampe rumah ibu njerit ‘ Mid…iku kucing-e sopo….?’ “aku nemu nang dalan” jawabku polos….’trus…’ ibu nanya ‘mau ku pelihara’ jawabku lagi. Ibu diem sejenak …lalu “yo wis gak po-po tapi nek pus-e eek, awakmu sing kudu mberseni” dan aku setuju saja……sejak itu aku bener2 jadi tukang bersih2 eek-nya si empus… hampir di tiap sudut rumah si empus eek sembarangan….

tapi itu gak lama kok…empus yang kuberi nama GUBENG itu bener2 pinter…setelah beberapa hari kulatih untuk pup dan pipis di kamar mandi, dia sudah gak mau lagi pup disembarang tempat. Setiap pagi selalu kutemukan onggokan pup di ujung kamar mandi sehingga aku tinggal menyiramnya begitu juga kalo mau pipis dia selalu lari ke kamar mandi. Dan jika kamar mandi sedang digunakan dia pasti akan berteriak2 sambil menggores-goreskan kukunya ke pintu kamar mandi hingga si orang keluar (tapi ada satu hal yang tetap tak bisa kupaksakan ke Gubeng…MANDI!!! setiap kali dimandikan di bak dia selalu pingin keluar dari air dan jika kami sudah selesai menyabuni dan mengguyurnya langsung aja dia lari ke tempat jemuran di lantai atas untuk berjemur sampai kering bulu-bulunya yang kuning keemasan he..he..he…). Dan demi mengetahui kepintaran si Gubeng, berturut-turut aku dan saudari2-ku memunguti kucing-kucing liar yang kami temukan di jalanan hingga terkumpul 5 ekor kucing! setelah itu Ibu dan Bapak tidak memperbolehkan lagi kami membawa kucing liar pulang…🙂 (ya iyalah…berat ngasih makannya!!!)  Glitter Gify.com Kebanyakan kucing-kucing yang kupelihara berjenis kelamin laki2 (padahal waktu mungutnya gak pilih2 lho..kan masih bayi2) hanya ada satu yang betina dan ketika sudah besar dia sempat melahirkan lima ekor anak kucing…..wow..kebayang gak sihh….ributnya rumahku dengan suara miaw..miaw..nya. Dan dari sepuluh ekor kucing itu…ketika sudah puber mereka pada lari mengejar ‘gadis’ pujaannya dan tak kembali ke rumah..kecuali si Gubeng yang tetap setia hingga akhir hayatnya. Ohhhhhh….my lovely cat. Sayangnya dari semua kucing-kucing itu tak satupun yang aku punya gambarnya😦 soale gak punya kamera jadi gak bisa ngabadiin kelucuan mereka. Tapi meski begitu beberapa diantaranya masih bener-bener terbayang dimataku hingga saat ini..terutama si Gubeng. Sekarangpun anak-anakku suka pada kucing terutama si bungsu… setiap kali makan ikan dia selalu memanggil kucing-kucing untuk datang dan dengan riang diberikannya kepala ikan and buntutnya kepada kucing-kucing itu. Cuma kalau untuk melihara ….kayaknya gak mungkin soalnya si kakak punya asma dan harus terhindar dari bulu-bulu kucing. Ya udahlah…. gak pa-pa toh kami masih bisa menyayangi mereka tanpa harus membuat mereka tinggal di rumah kami.  Glitter Gify.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s