Mahasiswa menganiaya polisi ???

Pagi ini, di detik.com terbaca satu berita yang benar2 mengurangi simpatiku terhadap gerakan mahasiswa. Bagaimana tidak? hanya karena ingin balas dendam, hanya karena demo mereka menentang kenaikan BBM tidak direspon oleh pemerintah, mahasiswa menganiaya seorang polisi yang kebetulan sedang melintas di depan kampus mereka (MOESTOPO Beragama) dan dengan sadis menganiayanya. Aku tidak habis pikir, kalau mahasiswa bentrok dengan polisi yang sedang mengawasi demo mereka, ya..it’s oke lah..karena terkadang ada satu dua oknum polisi yang tidak bisa menahan emosi (dan aku yakin itupun karena dipicu oleh tingkah beberapa mahasiswa yang sok jagoan sehingga memancing keributan dan bahkan kebrutalan rekan-rekan sesama mahasiswa), Lha ini..polisinya tidak sedang bertugas, cuma melintas !! kok diserang.
Kepada para MAHASISWA, yang notabene sudah menelan banyak pelajaran moral, baik dari institusi pendidikan formal, dari orangtuanya, dari kerabatnya dari lingkungannya…tolong sebelum bertindak anarkis (bahkan terkadang bisa dikategorikan bodoh dan konyol), hendaklah mikir-mikir dulu,ditimbang-timbang dulu apakah tindakan mereka itu benar-benar bisa membawa dampak yang positif bagi apa yang sedang diperjuangkan atau malah akan menuai dampak negatif dan bahkan menghilangkan simpati bagi mahasiswa. Jangan lupa, bahwa anggota polisi pun adalah warga negara Indonesia yang ikut merasakan dampak dari segala kebijakan yang diambil pemerintah. Apa mahasiswa pikir, anggota POLRI yang sering dijadikan tameng hidup oleh penguasa negeri ini tidak ikut merasakan berkurangnya penghasilan dan daya beli mereka karena kenaikan BBM ? apa mahasiswa pikir para anggota POLRI dapat tunjangan khusus untuk menutupi kekurangan nafkah mereka karena kenaikan BBM ? kayaknya enggak deh…soalnya hingga saat ini belum ada anggaran khusus untuk itu yang tercantum dalam DIPA kepolisian. Bahkan kalau dihitung-hitung, pendapatan mereka yang diberikan oleh negara untuk jasa-jasa mereka dalam menjaga negeri ini enggak bisa dikatakan mencukupi bahkan mungkin tidak seimbang dengan jerih payah, resiko dan kemauan mereka menjadi tameng hidup. Tolong juga para MAHASISWA mempelajari tingkat kepangkatan di jajaran TNI/POLRI beserta simbol-simbolnya (aku yakin cuma beberapa mahasiswa saja yang hapal dan tahu tentang kepangkatan ini) anggota POLRI yang biasanya diterjunkan untuk mengawasi demo kalian itu pangkatnya masih tingkat rendah, dan itu berarti penghasilan merekapun kecil benar-benar gak sebanding dengan segala umpatan, cacian, makian, bahkan penganiayaan yang harus mereka terima bila bertemu dengan rekan-rekan mahasiswa yang terhormat dan terpelajar ini.
Mereka, para anggota POLRI ini, sama dengan rekan-rekan semua, sama dengan para orang tua para Mahasiswa yang juga merasakan beratnya beban hidup karena kenaikan BBM. Sama dengan para orang tua yang anaknya kuliah yang merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, entah itu keperluan untuk beli buku, bayar kuliah, ongkos bensin untuk motor yang digunakan anak-anaknya untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi, biaya beli sayur mayur, beras, lauk, elpiji, jajan, dugem (sebel gue kalo lihat mahasiswa yang suka foya-foya n hura-hura). Pokoknya SAMA!.Nggak ada bedanya.
Aku jadi mikir, apa anak kuliahan itu kebanyakan waktu luangnya ya… sehingga mereka seperti kelebihan energi dan waktu yang tak tersalurkan ? Masalahnya, berdasarkan pengalaman pribadi dalam mengamati kehidupan sehari-hari mahasiswa/i yang kos dilingkungan tempat tinggalku di SBY, mereka kuliah cuman 3 or 4 jam dalam sehari, itupun gak setiap hari ada perkuliahan selebihnya ya..untuk nongkrong, genjrang-genjreng main gitar, pacaran, (meski ada juga yang memanfaatkan waktu luang mereka dengan kegiatan yang positif, tapi itu cuma sedikiiiiiiiiiiiiiit) pokoknya gak impas deh dengan segala harapan dan perjuangan orang tua mereka yang dengan susah payah memenuhi kebutuhan mereka. Apa mungkin perlu dipikirkan kembali sistem perkuliahan di Indonesia ini ya??? setidaknya untuk meminimalisir waktu luang dan mempercepat waktu penyelesaian kuliah???. Kalau sekarang kan mahasiswa boleh mengambil SKS sesuai keinginan mereka, bagaimana kalau ditentukan dari awal berapa SKS yang harus diambil (sama kayak SMA gituloh…) sehingga gak ada lagi santai-santai, leha-leha…….(tentu harus ada kekhususan untuk para pekerja, karena bagaimanapun para pekerja sudah ditentukan dari jam berapa sampai jam berapa mereka harus bekerja, jadi istilah waktu luang itu benar-benar sudah tidak berlaku).
MAHASISWA….MAHASISWA…..kok sekarang kau menyedihkan begini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s