Sakit Mata !!!

Semua ini berawal ketika kakak terkena sakit mata pada hari Sabtu 10 Mei 2008. sebenarnya dari awal aku udah curiga kalo ada yang gak beres dengan mata kakak yang kelihatan agak bengkak, tapi kata ayah itu karena kakak lagi gemukan jadi aku diem aja. Tapi lama-lama kuperhatikan ternyata memang mata kakak agak kemerahan dan itu kuutarakan lagi pada ayah dan jawabannya ‘ya emang mata kakak begitu’ namun instingku mengatakan kalo mata kakak lagi sakit! cuman karena ayah ngeyel gak pa pa…udah. Hingga sore harinya ketika aku bangun tidur, entah kenapa aku iseng ngecek mata kakak dan ..ya ampun…matanya tambah merah dan bengkak!!! segera aku bilang untuk segera ke dokter dengan harapan agar kakak cepat sembuh dan tidak nular ke yang lainnya. Namun apa daya…harapanku sirna malam itu juga, Ayah udah terlanjur ketularan!!! padahal hari seninnya beliau musti berangkat ke Makassar. Wakkkssssss….alarm kepanikan mulai menggema dikepalaku 😦 …. WASPADA !!! penyakit mata bakal mewabah dipenjuru rumah !!!. Aku mulai koar-koar pada si mbak agar sering2 cuci tangan (meskipun setiap hari aku juga selalu berkoar memperingatkan agar selalu cuci tangan sebelum dan setelah beraktifitas, hingga kadang aku cemas dicap sebagai majikan yang super cerewet !!). Malam itu juga aku berkeliling kepenjuru kota untuk mencari obat mata Cendo Fernikol, setelah klinong-klinong ngalor ngidul, tiap ada apotek dan toko obat aku datangi, semua mengatakan “kosong” (ternyata sakit mata memang lagi mewabah di Cibinong !!) hingga akhirnya disebuah apotek dipinggiran Cimanggis kudapatkan juga obat itu…..begitu sampai rumah, badan ayah panas..cepet2 kusuruh ke dokter dengan tukang ojeg yang tadi mengantarku. Namun meski segala upaya untuk memblokir si kuman telah dilakukan tetap aja ada yang tertular … hari berikutnya mbak yang biasa ngasuh si adek ketularan juga ! aku sempat heran darimana dia dapet penyakit ini wong dia gak pernah megang kakak !! segera kuberikan obat mata yang semalam kubeli dan  hingga akhirnya aku ambil keputusan untuk sementara mengalihkan pengasuhan adek pada mbak yang biasa mengasuh kakak. Oke…sampai hari senin pagi semua masih oke…dalam artian tidak ada lagi yang tertular meski begitu aku pergi ngantor dengan hati waspada.Dua hari berikutnya malam harinya sepulang aku dari kantor kutemui kembali korban berikutnya, mbak yang kuserahi tugas ngasuh kakak sekaligus adek tertular juga. Pusingggg deh..nyelamatin adek dari sakit mata, tapi aku masih berharap adek tidak tertular karena kulihat matanya masih bening. Namun kembali ‘keajaiban’ terjadi, pagi2 ketika aku telah siap ke kantor kulihat mata adek..oh my God…mata yang biasanya bening kini menjadi keruh….hiks..hiks…segera kutelpon ayah yang baru berangkat kerja untuk minta uang untuk ke dokter (kebetulan dompetku hanya berisi beberapa lembaran ribuan) namun sayang, mobil jemputan sudah membawa ayah meluncur menuju kantor. Akhirnya ..tanpa pikir panjang aku langsung sms  ke tetangga terakrab untuk meminjam uang (syukurlah..punya tetangga yang baik hati …) , begitu dijawab oke , aku langsung mengambilnya dan membawa adek ke dokter.  Hari itu aku tak jadi ke kantor, anak-anak aku asuh sendiri dan  aku instruksikan pada seorang mbak (secara yang satu udah sakit mata agak parah) untuk segera mensterilkan semua seprai dan sarung bantal guling, selimut, handuk dan kembali kuingatkan untuk sering2 cuci tangan dengan menggunakan sabun. kukatakan untuk merendam semua perlengkapan itu dengan air panas dan merendamnya dalam sabun selama beberapa jam. Begitu selesai mencuci, bingung mau dijemur dimana secara rumah kami belum mempunyai jemuran yang memadai namun aku tak hilang akal kusuruh mbak untuk tetap menjemurnya diluar meski berdesak-desakkan, (aku gak peduli apa yang nanti akan diomong tetangga yang penting jemuran kering !). SELESAI sudah, dan alhamdulillah semua berjalan lancar. Tapi malam harinya kutemukan pemandangan yang menggiriskan : embak yang pertama ketularan sakit mata, terlihat sembab habis ! kelopak matanya bengkak ..o..o…sudah waktunya ke dokter nih… Malam itu juga kukirim kedua mbak ku ke dokter. hashhhh…..Tapi syukurlah Kini semua penghuni rumah yang jadi korban sakit mata sudah mulai sehat dan pulih  namun ternyata si kuman belum puas kalo belum menulari semua orang dan akhirnya korban terakhir pun jatuh..tahu kan siapa ???? yup ! AKU 😦 !!!! tapi gak pa pa lah,  toh semuanya ada hikmahnya. Gara-gara sakit mata itu, kini mbak-mbak jadi terbiasa cuci tangan setiap akan dan setelah mengerjakan sesuatu : -) (dulu..kalo disuruh cuci tangan susahnya minta ampun!!). Dan hingga ku-publish tulisan ini aku masih dalam keadaan sembab karena sakit mata namun alhamdulillah sudah mulai pulih kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s