Busway

Hari Senin kemarin, kembali aku harus ke kantor sekitar pk.07.00 WIB. Selain karena memang sudah ketinggalan bus jemputan yang sejak sebulan lalu keberangkatannya diajukan dari semula pk.06.00 WIB menjadi 05.45 WIB dikarenakan kemacetan yang semakin menggila di Jakarta juga karena adek tidak mau  serta merta ditinggal ketika dia baru bangun dari tidurnya. Sebenarnya aku sudah beberapa kali menggunakan jasa busway ini dan selama itu tidak ada masalah yang terlalu serius, maksudku, aku tetap bisa sampai di kantor sebelum jam 09.00 WIB. Tapi hari senin kemarin, bener2 gila… aku berangkat dari rumah sekitar pk. 06.45 WIB dan kuperkirakan aku sudah duduk dikursi kantor sekitar pk.08.30 WIB atau paling lambat yaa..pk.08.45 deh..begitu perkiraanku..Tapi ternyata aku harus menendang jauh2 harapan itu ketika aku sampai di halte busway UKI, calon penumpang busway sudah berjejalan tidak karuan di dua pintu, belum lagi bau busuk sampah yang aku tak tahu darimana asalnya begitu menggema diseantero halte. parahnya lagi armada busway tidak bisa dengan lancar mengangkut penumpang karena polisi membolehkan kendaraan lain (baca: terutama mobil pribadi) untuk ikut lewat dijalur yang seharusnya hanya untuk busway! Memang sih, aku pernah baca kalo selama 1 bulan ini (01 Nov to 30 Nov 2007) akan diberlakukan sistem buka tutup untuk jalur khusus busway dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan yang kata orang2 dikarenakan pembangunan jalur busway di koridor ..? (berapa yaa..lupa nih!). Walhasil, dengan segala kesemrawutan tadi aku baru bisa menjejakkan kakiku di halaman perkantoran sekitar pk.10.00 WIB !!!😦 Jadi mikir, apa iya sekarang dengan memberlakukan sistem tsb dengan tujuan mengurangi kemacetan trus nanti kalo pembangunan jalur busway itu sudah selesai dan jalur busway benar2 khusus hanya untuk busway lalu kemacetan tak akan terjadi lagi?)  kayaknya enggak deh..! kupikir, program busway akan benar2 tercapai tujuannya jika ada kesadaran dan kemauan pihak yang biasa bermobil untuk dengan sukarela pindah ber-busway ria.Nah..kalo kejadiannya seperti hari senin kemarin apa iya kalangan bermobil mau naik busway? apa iya, orang yang biasanya bisa duduk enak di dalam mobil sekarang mau berdiri dempet2an kayak ikan asin di dalam busway? Jadi keingetan, didalam busway senin kemarin itu aku melihat seorang bapak2 yang bajunya sungguh necis dan keren berdiri diantara penumpang, berkali2 beliau menggumam gelisah manakala busway berhenti disetiap halte untuk menaikkan dan/menurunkan penumpang dan kemudian kencang berteriak untuk tetap menutup pintu busway ketika ada orang yang akan naik (saat itu memang busway sudah benar2 overload), kalau dilihat dari penampilannya sih sepertinya bapak ini biasa bermobil ria dan mungkin mau berpindah ke busway dengan harapan bisa lebih nyantai menghadapi macetnya Jakarta tapi kalo kejadiannya kayak begini, bukannya nyantai tapi malah stress, aku yakin beliau pasti akan kapok naik busway!.Jadi sebenarnya siapa yang salah?

One thought on “Busway

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s