Anak oh anak…

Hari ini aku membaca di koran warta kota tentang penganiayaan seorang balita berumur 2 tahun hingga tewas ditangan paman dan bibinya. Setiap kali aku membaca berita tentang penganiayaan anak, aku selalu merasa sangat sedih..merasa lemas dan merasa tak berdaya. Aku gak tahu kenapa aku selalu merasa begitu, jangankan membaca berita tentang anak yang dianiaya melihat anak yang terlantar dijalanan atau dipasar, melihat anak yang terpaksa harus mengemis dengan ibunya sudah bisa membuat hatiku terasa diiris-iris.  sedih banget , pingin melakukan sesuatu untuk mereka tapi apa?  paling aku cuma bisa menyisihkan sebagian rizki untuk mereka , itupun tak seberapa. Sedangkan anak jalanan, anak yang terlantar, anak yang terbuang sungguh teramat banyak di Jakarta ini. Aku selalu tak habis pikir, setiap selesai membaca sebuah berita tentang penganiayaan anak, yang terbayang dibenakku adalah alangkah menyakitkannya hari-hari yang dilalui anak itu, alangkah menyeramkannya hari-hari yang harus dilaluinya, alangkah meresahkannya dan alangkah pedihnya segala siksaan yang harus diterima tubuh mungilnya sedangkan untuk melawan tak mungkin ia punya daya, tak mungkin ia punya keberanian dan tak mungkin pula ia punya nyali untuk melarikan diri dari orang-orang yang tega menyakitinya..Allahu Rabbi…anak-anak yang baru berusia dibawah lima tahun apakah yang bisa dilakukannya selain menerima? apakah salah yang telah ia lakukan sehingga orang dewasa yang seharusnya melindungi dan mengayominya sedemikian tega menyiksanya sedangkan yang kutahu dalam pikiran seorang balita yang ada hanyalah insting untuk bermain, insting untuk meniru, insting untuk belajar segala sesuatu yang baru, insting untuk mendapatkan segala kebutuhan fisik dan mentalnya. Naluri harfiah yang sebenarnya memang telah Allah berikan untuk memberinya kekuatan dalam menempuh kehidupannya di dunia ini. Jikalau terkadang insting itu membuat manusia yang disebut dewasa merasa jengkel atau marah..bukankah itu hal yang wajar karena anak-anak itu memang sedang dalam proses belajar ?!! anak-anak itu tidak/belum  tahu kalau yang dilakukannya akan salah dalam pandangan orang dewasa, anak-anak itu tidak/belum tahu kalau apa yang dilakukannya akan mengakibatkan kerugian bagi orang-orang dewasa disekitarnya. Yang mereka tahu hanya mencoba, mencoba dan mencoba…Rabbi……tak sanggup aku membayangkan segala deraian air mata yang mengalir dari pipi-pipi mungil itu…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s