Bahaya Penyakit Waswas dan solusinya dalam pandangan Imam ibnu Qayyim al-Jauziyah

” Dan katakanlah: “Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mudari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Rabbku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (Al-mukminun:97-98)

salah satu bentuk tipu daya setan yang lazim menimpa orang-orang bodoh adalah meniupkan keragu-raguan atau waswas dalam masalah bersuci dan shalat, dimulai ketika hendak berniat. Sampai-sampai membuat mereka merasa tertawan dan terbelenggu, membuat mereka menyimpang dari sunnah Rasulullah. Sebagian mereka menganggap bahwa apa yang telah diterangkan oleh sunnah itu tidak cukup sebelum ditambah dengan yang lain.

Membaca buku ini membuat hatiku lebih terbuka karena memang sebelumnya kalau hendak sholat dimulai ketika berwudlu aku selalu merasa kurang bersih…kalau wudlu air harus banyak, kalo niat musti harus bolak-balik…sampe2 pernah aku ngerasa kesel banget…karena merasa niatku belum sempurna. Nah…dalam buku ini ketahuan deh…kalo semua itu salah.. wudlu itu gak harus banyak airnya tapi cukup untuk membasuh saja… karena Rasulullah memerintahkan kita untuk membasuh anggota wudlu jadi bukan mengguyurnya seperti yang kebanyakan orang Indonesia lakukan saat ini, bab waswas dalam wudlu ini diterangkan dalam bab Boros Air dalam Berwudlu dan Mandi, seperti hadist berikut…”Untuk wudlu itu cukup air satu mud dan untuk mandi itu cukup satu sha’. Akan muncul suatu kaum yang menganggap sedikit air seukuran itu. Mereka itu menyalahi ahli sunnahku. Berpegang pada sunnahku dalam pagar bahaya adalah taman para penghuni surga.” (HR. An-Nasa’i). Aku merasa tersinggung dengan uraian pada bab ini  karena selama ini ya memang begitu yang kulakukan…boros air..tapi setelah baca buku ini ya..enggak lagi..gitu…

Ada juga bab-bab lain yang memang harus dibaca dan yang pasti akan membuka wawasan keilmuan kita tentang pelaksanaan agama. Dibuku ini juga disebutkan solusi untuk melepaskan diri dari waswas itu yaitu : membiasakan diri dengan keihklasan dalam melakukan ibadah dan kebaikan apapun, memperkokoh keyakinan dan aqidah dengan melakukan ibadah secara kontinyu, memperdalam ilmu tentang Islam. Pokoknya banyak deh yang harus dibaca dibuku ini..

Buku ini ditulis oleh Ahmad Salim Baduwailan, diterjemahkan oleh Abdul Rosyad editor M. Nurkholis Ridwan dan diterbitkan oleh Pustaka At-Tazkia Jakarta tahun  2006.

Advertisements

Kangen kamu Wik….

Gak tau nih.. jadi tiba2 aja keingetan sama sobat karib waktu masih kuliah di tangerang dulu…teman yang selalu mengerti ketika susah datang, teman yang mensupport ketika semua aliran rohis menolak kedatanganku untuk nimbrung menimba ilmu agama…hanya karena aku selalu bingung jika ditanya aku alirannya apa..(tau tuh aku bener2 bingung mau jawab aliran apa, yang aku tau aku orang Islam, titik, gak pake aliran2 emangnya sungai pake ngalir?)

Temen yang sama-sama dari keluarga yang serba cukup ( dibilang kurang juga enggak dibilang lebih juga enggak..ya, gitu deh pokoknya cukup aja)….

terakhir ketemu waktu undangan pernikahannya Yuli di Blora, waktu itu kamu nginep di hotel bersama teman2 yang lain, kita sempet ngobrol berdua..rasanya aku pingin banget njerit, ngomong ke kamu kalo aku kangen berat sama kamu Wik, kangen masa-masa kuliah kita yang penuh dengan perjuangan, penuh dengan peng-irit-an, penuh dengan yah…mungkin yang teman2 kita tidak pernah merasakan karena rata2 mereka berasal dari keluarga yang ‘lebih’.

Wiwik Setia Karyawati, itu nama lengkapmu, terakhir kudengar kau sudah menikah dan tinggal di Semarang, tapi gak tau apa dikau sekeluarga masih di sana….semoga kau selalu istiqomah dan diberkahi Allah SWT, amin.

Arti sebuah kecantikan…

Hari ini ada seorang teman yang datang ke ruangan kerjaku menyodorkan sebuah buklet yang berisi tentangproduk-produk kecantikan. Mulai dari pemulas bibir hingga pemulas mata, dari pelembab hingga bedak, blush on, pemulus kulit, penghilang selulit, penghilang noda, krem anti penuaan (wrinkle) hingga parfum yang kesemuanya di klaim bakal mampu mendongkrak kecantikan seorang wanita. Sambil membuka halaman demi halaman buklet aku teringat kembali percakapanku dengan seorang teman yang begitu getol membujuk agar aku mau sedikit berdandan…..yah.. harap diketahui saja aku termasuk tipe perempuan yang paling gak bermake-up kalo kemana-mana… pede aja lagi… 🙂

Saat itu aku bilang ‘gak sempet, friend…’ Si teman yang kusebut ‘friend’ itu terbelalak… “gak sempet?”.. aku mengangguk dengan kencang..yup! aku gak punya waktu untuk ber make-up ria……do u really want to know why ?

Bangun pagi, aku langsung mandi, sholat shubuh…kalo si adek belum terbangun aku berkeliling rumah (inspeksi) menelisik kalo2 ada yang perlu aku beritahukan kepada si teteh untuk melakukan sesuatu karena biasanya ada aja yang gak beres.. entah itu ada seonggok debu di sudut lemari yang entah sudah berapa hari tak tersapu, atau debu yang menempel tebal di atas lemari yang entah sudah berapa minggu tak tersentuh kain lap..atau sekedar menelisik isi kulkas untuk melihat apa saja bahan makanan yang perlu di beli lagi karena stok-nya sudah menipis (bahkan kadang habis!) atau membuang sisa makanan or kue yang sebenarnya sudah berkali-kali kuinstruksikan untuk dibuang tapi menurut teteh dia masih mau dan sayang kalo dibuang…atau yah..bantu-bantu teteh menyapu or kupas-kupas sayuran biar lebih cepet proses memasaknya…(meskipun aku dibantu dua orang teteh di rumah..) but, kalo adek bangun yaa..aku pasti menomorsatukan si adek..karena biasanya bangun pagi adalah waktu yang paling membahagiakan untukku…menyusui …..menimang….atau sekedar bercanda dengannya…apalagi kalo kakak ikutan bangun pasti dong..kusapa dia…kulantunkan doa bangun tidur untuknya hingga ia mengikuti setiap lantunan doa itu walaupun dengan mata yang masih terkantuk-kantuk atau sembari terburu-buru ke kamar mandi untuk pipis yang pastinya kuikuti pula dengan mengucapkan doa masuk kamar mandi..terkadang juga mencebokinya (biasalah..kadang masih suka manja sama mbok-e.. 🙂 ) dan dilanjutkan doa keluar kamar mandi….coba hitung berapa menit kupakai untuk semua itu ? dan coba dikau ketahui wahai my friend…aku berganti baju untuk ke kantor selalu pada 5 menit menjelang kedatangan bus jemputanku… so…sempatkah aku mengoleskan pelembab diikuti alas bedak ke wajahku? sempatkah aku menepuki pipiku ya.. sekedar dengan bedak..apalagi segala pernak-pernik yang lainnya? gak sempet lah yawww …bisa tiap hari ketinggalan jemputan donk!! eh..jemputanku dateng jam 06.00 teng ! gak pake mundur-mundur kecuali bus nya ngambek alias mogok
Temanku itu terbengong-bengong… lima menit ? ucapmu… kembali aku mengangguk mantap…apa kamu gak pingin terlihat cantik? tanyamu lagi… terlihat cantik? wow pasti lah.. semua perempuan pasti mendambakan bisa terlihat cantik tapi aku gak mau kalo sampe kehilangan waktu yang super duper mefet sama anak2ku…wew…

Buat ku kecantikan itu gak perlu harus dengan banyaknya riasan2 di wajah, kepada siapapun yang menawarkan produk kosmetik kepadaku aku selalu bilang untuk tidak menawarkan produk kecantikan dekoratif padaku karena akupasti akan bilang…wahhh..gak sempet pake tuhhhhh… mending tawarkan kepadaku produk2 perawatan…(eh..bukannya pelembab itu juga perawatan ?)… maksudku yang gak harus setiap hari aku pake gitu…..lagipula aku sudah merasa cukup cantik dengan tampil apa adanya…karena aku sangat mengharapkan kecantikan hakiki yang kata orang akan memancar dengan sendirinya bila kita bahagia, dan aku mendapatkan kebahagiaanku bila aku bisa bermain, mencurahkan perhatian dan kasih sayangku pada anak2ku sebanyak mungkin meski dalam waktu yang sangat sempit..yaaa..kayak itu tadi……gak pa pa lah orang bilang aku gak modis, gak pa pa lah orang bilang aku kuno, gak pa pa lah orang bilang aku gak menarik…no comment for all of that….nu penting mah eta barudak teu kehilangan emaknya!

jadi buat aku, cantik itu perlu tapi yang gak harus dengan mencuri  waktuku bersama anakku…gitu…