Wanita Bekerja = Kebutuhan, Keharusan, Keterpaksaan?
Postingan ini berawal dari survey (ceilahhhh)
yang kulakukan beberapa waktu lalu. Survey-nya sendiri tidak dilakukan secara langsung dengan meminta volunteer mengisi formulir kuesioner kayak mo bikin skripsi lho ya…tp melalui bincang2 santai aja. Pertanyaan awal ya..muter2 dulu lah…,mulai dari nanya urusan keluarga, anak sampe akhirnya bertanya kenapa memilih bekerja (istilah kerennya ngerumpi dulu…hihi) eh…ngerumpi boleh kan ya? yang gak boleh kan nggosip
.
Dan hasilnya dari sekian banyak wanita (baca= Ibu rumah tangga yang bekerja diluar rumah) yang sudah kuajak ngerumpi, terbagi menjadi 3 Kategori ini :
1. Bekerja karena KEBUTUHAN
Yang dimaksud disini bukan kebutuhan dalam arti butuh nambah duit buat perekonomian keluarga…karena rata2 suami mereka juga berpenghasilan lumayan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga tanpa si Ibu harus bekerja diluar rumah, tapi kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Kebutuhan untuk dihargai. Kebutuhan untuk menyalurkan ‘bakat terpendam’ (halah istilahnya itu lho..
). Kebutuhan untuk bersosialisasi/berinteraksi dengan dunia luar. Kebutuhan untuk terus berkembang dan mengembangkan diri…pokoknya yaaa..gitulah…
2. Bekerja karena KEHARUSAN
Nah..kalau kategori yang ini barulah bekerja karena keharusan membantu suami dalam menafkahi keluarga. Rata-rata mereka bekerja karena penghasilan para suami tidak cukup untuk membiayai beban rumah tangganya. Jadi..ya..memang harus keluar rumah untuk bekerja dan mendapat tambahan duit.
3. Bekerja karena KETERPAKSAAN
Pada kategori ini, si Wanita sebenarnya tidak ingin bekerja, ingin di rumah saja melaksanakan tugasnya sebagai seorang Ibu rumah tangga dalam membimbing dan membina putra-putrinya. Tapi karena adanya dorongan/paksaan/tekanan untuk tetap bekerja dari lingkungan sekitar maka dia harus bekerja keluar rumah. Dorongan/paksaan/tekanan itu bisa berasal dari keluarga sendiri, keluarga suami, lingkungan tempat tinggalnya/lingkungan sosialnya dsb.
Nah…dari ketiga kategori di atas, sebenarnya yang paling asyik itu ya kategori pertama dimana sang wanita/Ibu bekerja karena memang ia ingin bekerja (menurutku lho…).
Tapi itu baru survey kecil2an yang kulakukan dilingkungan tempat kerjaku…mungkin kalau diperluas survey-nya, pengkategoriannya bisa bertambah, misalnya menjadi kategori gabungan antara kategori 1 dan 3, gabungan kategori 2 dan 3 atau gabungan kategori 1 dan 2 or malah nambah lagi jenis kategorinya.
Hehe…jadi pingin bikin survey yang lain lagi nih… (sshhhhahhh..maksudnya pingin ngerumpi lagi wakwkwkwkwkwaaaakkkk)
-
Archives
- April 2012 (1)
- January 2012 (2)
- June 2011 (2)
- April 2011 (1)
- March 2011 (1)
- January 2011 (1)
- December 2010 (2)
- November 2010 (4)
- October 2010 (2)
- July 2010 (3)
- February 2010 (1)
- January 2010 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


