Menteri terbaik Kabinet Indonesia Bersatu jilid I
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II telah terbentuk…dan kinerja para Menteri di KIB jilid I telah bisa kita rasakan. Kalau menurut saya pribadi, ada beberapa menteri yang betul2 terlihat gebrakannya selama menjabat sebagai seorang pimpinan sebuah Departemen yang telah dipercayakan kepada mereka. Ini dia (no.bukan merupakan urutan keberhasilan ya…) :
1. Menkes Siti Fadilah Supari, beliau merupakan menkes yang betul2 memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil melalui program2 yang memberikan kemudahan akses mendapatkan pelayanan yang murah dan berkualitas untuk rakyat miskin. Program2-nya benar2 pro rakyat. (Menurut seorang teman yang merupakan staf beliau, Menkes Siti Fadilah Supari adalah seseorang yang cepat merespon segala laporan tentang pelayanan kesehatan, meskipun kata sang teman, cukup merepotkan dalam perencanaan pengalokasian dana karena sering merealokasikan suatu pos pendanaan untuk pos lain yang lebih memerlukan..he..he.. tapi kalau untuk kemaslahatan rakyat banyak beliau patut diacungi jempol), seorang menteri yang berani bersuara lantang dalam menyatakan kebenaran (masih ingatkan tentang perdagangan virus penyakit?, tentang penghentian kerjasama dengan NAMRU dan yang terbaru adalah keberanian beliau dalam memasukkan tembakau dalam golongan obat2an psikotropika dan menuntut dilakukannya investigasi atas hilangnya sebuah pasal tentang rokok dalam UU yang telah disetujui DPR )
2. Mentan Anton Apriantono, beliau merupakan mentan yang mampu mewujudkan swasembada beras setelah sekian lama Indonesia harus mengimpor beras. Melakukan respon yang positif atas kasus-kasus peternakan.
3. Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Hmmm….kebijakan2 beliau dibidang fiskal patut diacungi jempol.
4. siapa lagi ya??
Dan yang pasti adalah Wakil presiden Jusuf Kalla…seorang Wapres yang sangat cepat dalam mengambil suatu keputusan/kebijakan….mungkin karena beliau orang bisnis ya..jadi sudah terbiasa cepat dalam memutuskan suatu hal. Pokoknya beliau nih mantap lah….
Opini di atas adalah opini saya pribadi..bagaimana menurut anda? atau anda mau menambahkan daftar menteri KIB jilid I yang berhasil membuat gebrakan dalam kancah pemerintahan Indonesia?
Yang pasti, saya berharap..menteri2 terpilih dalam KIB jilid II lebih baik daripada para pendahulunya…semoga…
Muatan Lokal
Hari Sabtu kemarin, aku menghadiri pertemuan di sekolah anakku disebuah SDIT dengan maksud utama mengambil rapot narasi. Sebelum para ortu bisa mendapatkan rapot tersebut dan sambil menunggu berkumpulnya semua ortu, maka oleh kepala sekolah kami dikumpulkan di masjid sekolah. Dalam acara tersebut, kepala sekolah menyampaikan laporan hasil perjalanan beliau ke Padang dalam rangka menyampaikan bantuan dari sekolah untuk korban gempa. Setelah itu, dijelaskan juga tentang rencana penggunaan dana BOS yang akan cair bulan November 2009, serta kebijakan2 sekolah lainnya. Semuanya masih oke untuk diterima..begitu masuk ke penjelasan mengenai apa saja pelajaran yang akan masuk dalam ujian akhir, aku agak terusik…karena muatan lokal (karena kami masuk wilayah Jawa Barat, maka muatan lokal tersebut adalah Bahasa Sunda) juga masuk meskipun bukan untuk ujian nasional tp juga diperhitungkan untuk kelulusan siswa. Apalagi ujiannya menyangkut ujian tulis dan praktek.
Aku bukannya anti dengan muatan lokal..karna kuyakin semua sekolah di Indonesia ini ada muatan lokal sesuai dengan wilayahnya. Cumaaaa…..mbok ya gak usah dimasukkan kedalam ujian akhir gitu loh..apalagi juga berpengaruh pada kelulusan siswa..karna bagi mereka yang bukan orang lokal pasti akan mengalami kesusahan membantu anak2-nya.
Contohnya keluargaku yang gado2..aku berasal dari Jawa Timur dan suami berasal dari Sumatra…sehari2 bahasa yang kami pergunakan adalah bahasa Indonesia dan sedikit2 bahasa Jawa…sedangkan diperumahan kami juga mayoritas adalah pendatang…..gimana bisa mendapatkan pengalaman berbahasa Sunda? Kalau secara tulis, okelah bisa dipelajari meskipun bahasa Sunda itu penulisannya rada ribet mirip2 bahasa Inggris tp masih bisa dibantu dengan kamus, lha kalau secara lisan? euleuh..euleuh…
Masang logo visit indonesia di kaos MU?
“Logo Visit Indonesia sedang diupayakan terpasang di kaos tim sepak bola asal Inggris, Manchester United (MU). “Kami sedang mengupayakan agar logo Visit Indonesia bisa terpasang di kaos resmi MU,” kata Direktur Jenderal Pemasaran, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2009. Ia mengatakan, untuk dapat memampangkan logo tersebut, pihak MU menawarkan biaya sebesar Rp496 milyar selama setahun. Jika tercapai kesepakatan maka logo tersebut akan digunakan secara resmi di kaos MU dan terpampang pada setiap kali pertandingan termasuk pertandingan persahabatan mereka. “Dan itu akan terpampang dalam semua merchandise MU termasuk kaos resmi mereka,” katanya.”
Hah…? masang logo Visit Indonesia di kaos MU? apa gak salah tuh? Jadi mikir nih..kok ya bisa orang Depbudpar punya ide kayak gitu….apa gak malah malu-maluin? MU sendiri yang notabene akan mendapatkan bayaran buat kedatangan mereka ke Indonesia aja langsung membatalkan karena takut kena bom kok malah disuruh iklan visit Indonesia…hhhhh..(geleng-geleng kepala mode on)
Yang dibayar aja ogah apalagi yang musti bayar sendiri? Kelihatan banget nih kalo MU gak punya malu…jika sampai menerima pembayaran Rp496 milyar untuk pemasangan logo visit Indonesia yang mereka sendiri gak mau visit!
Lagian uang segitu banyak daripada dibayarkan ke MU ya mending buat rakyat Indonesia sendiri yang masih kekurangan…
Alasan biar Indonesia lebih dikenal di dunia? hmmm…percaya deh..dengan kejadian meledaknya bom di 2 hotel milik Amerika aja sudah membuat Indonesia terkenal ke seantero penjuru dunia..ngapain lagi pake pasang iklan di kaos MU yang notabene menolak mengunjungi Indonesia, negeriku tercinta ini? 
hmmmm……..kapan belajarnya bangsaku ini……….
Come and joint Indonesia Unite !!
Pameran Flona Jakarta
He..he..he.. maaf ya..kemarin salah ngeposin tanggal..penyelenggaraan pameran Flona di Lapangan Banteng Jakarta dimulai tanggal 17 Juli s.d 20 Agustus 2009 (kemarin ditulis 17 Juli s.d 8 Agustus 2009).
So..masih banyak kesempatan kok buat kita jalan2 ke sana..yuk..yuk..yuk…

DKI Jakarta
Pameran Flona di Jakarta
Setiap tahunnya pameran Flona diadakan di Jakarta, dan seperti tahun2 sebelumnya pameran kali ini diselenggarakan mulai tanggal 17 Juli 2009 s.d 8 Agustus 2009.
Hari ini adalah kali ketiga aku mengunjungi Flona, selain karena aku memang suka dengan tanaman dan hewan (terutama Ikan Cupang), letak pameranpun tak jauh dari kantorku. Di Lapangan Banteng, jadi tinggal jalan kaki saja dari kantor. Hari pertama, tujuanku hanya mau lihat2 saja sambil mencari pot hias dari kaca untuk tempat cupangku di rumah, sebenarnya guna pot kaca ini adalah untuk bertanam dengan media jelly namun akhirnya malah kupakai untuk beternak cupang ;-P dan akhirnya tetep aja aaku membawa pulang sebatang kaktus berbentuk bunga berwarna merah keunguan seharga Rp5000,- lumayan murah untuk ukuran sebesar itu…hari kedua, aku membawa serta anak2ku dan keponakan serta adikku berkunjung ke Flona…wah senang sekali mereka, selain mencicipi (dan tentu pula akhirnya beli se-cup cocktail lidah buaya) segelas kecil cocktail lidah buaya yang rasanya asam manis, kamipun berkeliling melihat2 binatang2 yang lucu2. Ada ular yang bisa dipegang, ada keong yang ‘rumahnya’ di cat warna-warni, kura2 brazil yang masih imut, macam2 ikan, kelinci, anjing, kucing dan tentu saja bunga2 yang begitu subur dan indah. Dan pastinya aku pulang dengan membeli seekor ikan cupang hias warna hijau kebiruan seharga Rp15000.. (mahal juga sih..tp lumayan murah juga jika dibandingkan harus pergi ke jalan Kartini), misiku mencari pot hias dari kaca belum tercapai ![]()
Hari ketiga inipun, tujuan utamaku adalah hunting pot kaca, namun lagi tak kutemukan kios yang menjual pot seperti yang kuinginkan. Kurasa, untuk flona kali ini tidaklah selengkap flona tahun kemarin…dimana bermacam2 bentuk pot dan media tanam dari jelly banyak dijual. Hah..sedih deh…padahal beberapa waktu yang lalu di Matahari Atrium ada pot kaca yang didiskon hingga 60% tidak kuambil gara2 menunggu pelaksanaan flona…berharap kios yang dulu ikut berpartisipasi lagi….ya..sudahlah…mungkin belum waktunya. Dan akhirnya yang kudapatkan malah alat penyemprot tanaman yang dari dulu diinginkan suamiku dan memang kuakui harganya benar2 murah, untuk ukuran 3 liter hanya dihargai Rp28000 padahal kalo di toko harganya mencapai Rp50000 lebih
Selain itu, aku juga membeli makanan ikan. yah..lumayan buat sedikit menghilangkan kekecewaan karena tidak mendapatkan pot kaca yang kuinginkan…..
Bedah buku ‘Deadly Mist’ Upaya Amerika merusak kesehatan Manusia
Hari Senin kemarin tanggal 20 Juli 2009 bertepatan dengan perayaan Isra’ Mi’raj, di Masjid perumahan DepKeu dilakukan bedah buku Deadly Mist upaya Amerika merusak kesehatan manusia dengan pembicara penulis buku tersebut yaitu Mr. Jerry D.Grey.
Dalam bedah buku tersebut Mr. Grey memaparkan bagaimana Amerika berupaya merusak kesehatan manusia tidak hanya melalui perang, makanan, namun juga melalui penyebaran wabah penyakit.
Mr. Jerry D Grey merupakan orang Amerika yang telah menjadi muallaf dan telah menjadi WNI adalah mantan anggota Angkatan Udara Amerika dan seorang mantan jurnalis di salah satu media terkenal di Amerika. Beliau telah melihat banyak sekali upaya2 Amerika dalam merusak kesehatan manusia. Tujuan utama upaya Amerika itu adalah untuk menciptakan suatu dunia yang berada dalam satu tatanan yaitu tatanan yang diinginkan oleh Yahudi yang telah lama bercokol di parlemen Amerika. Dalam bedah buku tersebut, beliau juga menceritakan bagaimana Amerika menjadikan rakyatnya sendiri sebagai tikus percobaan terhadap segala penemuan terbaru mereka, entah itu senjata atau virus/bakteri penyakit. Pernah suatu ketika beberapa orang tentara dimasukkan ke dalam suatu ruangan tertutup dan disemprot dengan suatu cairan hingga tentara2 itu meninggal.
Mr. Jerry D Grey pun mengungkapkan suatu fakta yang mengejutkan bahwa pada tahun 1977 salah seorang Presiden Amerika (saya lupa namanya) menandatangani suatu dokumen (millenium report card) yang isinya persetujuan untuk memusnahkan sebagian penduduk dunia yang mempunyai kulit berwarna (Afrika, Asia) dengan tujuan menghalangi mereka memimpin dunia dan menjadikan warga kulit putih sebagai satu2nya penguasa di dunia. jadi teringat dengan mendiang Michael Jackson yang telah mengubah warna kulitnya menjadi putih, apakah dia sudah tahu tentang rencana Amerika ini?
Beliau juga menyinggung tentang virus flu Babi yang kini tengah melanda dunia. Bagaimana Presiden Barack Obama yang telah mengunjungi Meksiko bisa lolos dari pemeriksaan dan oleh para dokter disana dinyatakan bahwa Presiden Amerika tersebut telah mendapatkan vaksin anti flu babi sebelum memasuki Meksiko! Coba bayangkan….di saat seluruh dunia sedang kebingungan mendapatkan obat untuk mencegah flu babi, Presiden Amerika telah menerima vaksin-nya bahkan sebelum virus itu menyebar!!!
Begitupun dengan vaksin yang diberikan untuk balita2 di seluruh dunia (imunisasi), pada dasarnya vaksin itu tidaklah membuat tubuh manusia menjadi kebal, melainkan malah membunuh sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri karena ternyata di dalam vaksin2 itu ditemukan sejumlah mercury, hal ini diperkuat dengan sikap 30% dokter Amerika yang menolak keluarganya mendapatkan imunisasi!
Mr.Jerry D Grey pun bekisah bagaimana beliau dulu sebelum menjadi tentara jarang sakit namun setelah menjadi tentara malah sering sakit2an karena seringnya mengkonsumsi bermacam2 vitamin yang diberikan negaranya dengan dalih untuk memperkuat daya tahan tubuh para tentara.
Beliau juga mengingatkan, bagaimana dulu Indonesia telah dinyatakan bebas polio selama bertahun2 namun tiba2 beberapa tahun kemudian di Jawa Barat ditemukan ratusan anak yang menderita polio! Menurut analisis beliau, hal itu terkait dengan bantuan Indonesia dalam memberikan vaksin polio yang aman kepada suatu negara di afrika yang telah menolak bantuan vaksin polio dari PBB karena diketahui mengandung zat yang berbahaya! Ada kemungkinan semua itu adalah balasan dari Amerika karena merasa dipermalukan dan tentu saja karena vaksin2nya menjadi tidak laku!
Beliau juga mengingatkan agar kita selalu berhati2 dan tidak gampang meminum obat2an buatan pabrik karena sebenarnya obat itu dibuat bukan untuk menyembuhkan secara total tetapi dibuat sebagai penyembuh sementara untuk kemudian sakit lagi, tentu hal ini terkait dengan industri farmasi yang sampai saat ini dikuasai oleh Amerika, bahkan pemegang saham terbesar pabrik farmasi Amerika adalah mantan Presiden George W Bush dan keluarganya.
Bahkan dalam urusan kesehatan ini Amerika bekerja sama dengan PBB dan media massa barat.
So, kalo sudah begini apalagikah yang bisa kita percayai dari AMERIKA dan UN?
Mesin Jahit Singer
Lagi bingung nih…cari mesin jahit singer type 2662. udah nanya ke mbah Google tp datanya semuanya lawas.
Udah nanya juga ke Singer yang di Harmoni, tp katanya udah gak diproduksi lagi. Weh…..masa iya sih, Singer type lengkap gak diproduksi lagi…? ![]()
Hmmmm…….ada yang bisa kasih tahu gak ya..dimana bisa kudapatkan Singer type 2662 itu, or kebenaran berita kalo type tersebut udah gak diproduksi lagee?
Help please……
Pembantu oh pembantu
Artikel ini saya ambil dari Eramuslim.com
Pembantu Baru
Kamis, 09/07/2009 12:45 WIB
Cetak | Kirim | RSS
Mencari pembantu rumah tangga kadang mirip menyeleksi pembantu kepala negara. Perlu ketelitian agar pembantu dan yang dibantu bisa selalu cocok. Cuma bedanya, pembantu di keluarga tidak perlu volvo atau sedan lainnya. Pendidikannya pun tidak ada yang sarjana.
Gampang-gampang susah. Itulah yang bisa disimpulkan para ibu soal mencari pembantu rumah tangga. Gampang karena kriteria pembantu tak perlu jelimet. Tak perlu visi-visian. Tak perlu pendidikan khusus. Tak perlu wajah menarik. Usia pun bisa fleksibel. Yang penting, sehat dan masih punya tenaga.
Tapi, urusan segampang itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Rumit. Bahkan, bisa ‘makan’ hati. Hal itulah yang kerap dialami Bu Desi.
Ibu tiga anak ini perlu banyak sabar dalam soal pembantu. Entah sudah berapa belas pembantu yang sempat kerja, tapi selalu nggak cocok. Bu Desi sendiri bingung kenapa mesti selalu begitu. “Saya yang salah, atau…,” ungkapan ragu Bu Desi ketika lagi-lagi tak ada kecocokan.
Pernah ada pembantu yang kerja di rumah Bu Desi. Usianya empat belas tahun. Masih satu kampung sama Bu Desi. Sebenarnya, Bu Desi agak keberatan dengan usia semuda itu. Tapi karena anak yatim, dan perlu meneruskan sekolah, Bu Desi tidak keberatan. Selain dapat gaji, kamar, dan makan; ibu yang juga pegawai kantor ini rela membiayai sekolah pembantunya. “Hitung-hitung menolong anak yatim!” ucap Bu Desi ke seorang tetangga suatu kali.
Satu bulan berjalan normal. Pembantu Bu Desi bisa membagi waktu: antara kerja dan belajar. Toh, kerjaannya pun tidak berat. Cuma menjaga anak-anak di rumah. Sementara, soal masak masih dipegang Bu Desi. Bu Desi dan suami pun bisa tenang berangkat kerja. Tak bingung lagi soal siapa yang ngurus tiga anaknya yang masih SD.
Ketidakcocokan mulai terjadi ketika ada pemuda datang ke rumah Bu Desi. “Ada Wati, Bu?” ucapnya ramah. Bu Desi agak bingung. Ada perlu apa seorang pemuda datang jam delapan malam. “Teman sekolah Wati?” tanya Bu Desi. “Iya!” jawab si pemuda spontan. “Ada perlu apa?” tanya Bu Desi lagi. Ia mengira, tamu itu mau nanya soal pelajaran sekolah. Tapi, sambil cengengesan si pemuda itu bilang, “Mau ngajak nonton, Bu! Sudah janjian!”
Astaghfirullah! Bu Wati kaget. Gimana mungkin bocah empat belas tahun, baru satu bulan di Jakarta; sudah bisa janjian nonton. Usut punya usut, sudah dua pekan pemuda tadi biasa mampir ke rumah Bu Desi. Dan itu di saat Bu Desi dan suami masih di kantor. Padahal, tiap selesai salat Subuh, Bu Desi kerap memberikan pengajian khusus buat sang pembantu. Dengan sangat terpaksa, Bu Desi mengembalikan Si Wati ke kampungnya. Tapi, ia tetap terus ngasih biaya sekolah. “Itu lebih tenang buat saya, Mas,” ucap Bu Desi ke suaminya.
Sepekan setelah itu, Bu Desi dapat pembantu baru. Usianya sekitar lima puluhan. Cukup tua buat seorang pembantu wanita. Tapi buat Bu Desi, hal itu nggak masalah. Justru ia berharap, orang seperti itu lebih pengalaman, tekun, dan tidak was-was urusan pergaulan. Bu Desi juga senang karena pembantu barunya itu pandai masak.
Karena masih satu RW, pembantu baru ini biasa pulang pergi ke rumah Bu Desi. Jam setengah enam pagi, ia sudah ketuk pintu depan rumah Bu Desi. Dan kesibukan pun dimulai: memandikan anak-anak, cuci piring, cuci pakaian, dan siangnya memasak. Inilah tugas yang sebelumnya biasa dipegang Bu Desi. Sang pembantu baru pamit pulang menjelang Maghrib. Karena saat itu, Bu Desi sudah di rumah.
Kelihatannya memang normal. Hingga setelah empat bulan, ada yang aneh dengan pengeluaran masak rumah Bu Desi. Ia heran, stok sembako sebulan cuma bisa bertahan dua pekan. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, makanan kaleng, bahkan susu anak-anak.
Awalnya, Bu Desi tidak curiga. Ia justru bersyukur karena anak-anak sudah doyan makan. Tak perlu vitamin tambahan lagi seperti yang ia berikan untuk anak-anak. Tapi, kok perubahannya begitu drastis. Apa masakan pembantunya begitu disukai anak-anak sehingga mereka menjadi rakus. Kayaknya nggak mungkin. Bu Desi mulai gelisah.
Suatu siang, Bu Desi izin kantor untuk pulang. Ia begitu penasaran kenapa anak-anak begitu banyak makan. Setiba di rumah, tiga anaknya memang sedang asyik makan. Tapi, pembantunya tak di tempat. “Bibi kemana, Nak?” tanya Bu Desi ke anak-anak. “Pulang, Ma!” jawab ketiganya hampir bersamaan. “Ngapain?” tanya Bu Desi lagi. “Bawa makanan ke rumah Bibi!” ucap si sulung sambil makan.
Deg. Bu Desi mulai gelisah. Kegelisahan itu kian menjadi ketika si sulung cerita kalau kegiatan bawa makanan itu sudah berlangsung lama. “Ya Allah…!” Bu Desi lemas. Ia terduduk lunglai mendengar itu. Bukankah gaji selama ini dibayar tepat waktu. Dan gaji itu tergolong besar buat umumnya pembantu di Jakarta. Tapi, kenapa mesti bawa-bawa makanan segala. Kenapa nggak minta dengan baik-baik. Seribu satu tanda tanya bergelayut di kepala Bu Desi. Lagi-lagi, Bu Desi mengalami ketidakcocokan dengan pembantunya.
Seminggu sudah pembantu baru Bu Desi bekerja. Tidak terlalu muda, juga tidak terlalu tua. Perilakunya pun baik. Tidak bawa-bawa makanan karena rumahnya jauh di kampung. Tekun dan sabar.
Hingga suatu hari, Bu Desi mengajak anak-anak dan pembantu salat Maghrib. “Bi, salat bareng, yuk!” ajak Bu Desi ke sang pembantu. “Maaf Bu. Saya tidak salat!” jawab pembantu Bu Desi sambil senyum. “Lagi halangan, ya?” tanya Bu Desi tak kalah ramah. “Maaf Bu. Saya agama lain!” jawab pembantu Bu Desi lebih ramah lagi. Mendengar itu, Bu Desi cuma bisa bengong.
(muhammadnuh@eramuslim.com)
Apa yang tertulis dalam artikel di atas adalah realita yang memang benar2 saya alami. Sekian banyak orang yang pernah ikut saya, hanya 3 orang yang benar2 berkenan di hati, hingga sampai saat inipun saya masih mengharap mereka suatu saat kembali membantu saya…ya..meskipun itu hal yang sulit untuk terjadi karena mereka bertiga keluar karena menikah dan pergi menjadi TKW di Malaysia….
Paragrap terakhir artikel tersebut juga pernah saya alami.
Bingung memang….tapi apa mau dikata, ibu rumah tangga yang merangkap menjadi pekerja memang membutuhkan bantuan seorang pembantu dan rangkap jabatan itu masih ditambah menjadi auditor untuk mendapatkan pembantu yang terbaik setiap tahunnya ;-P
Tupperware
Hai..ini masih ada hubungannya dengan tulisanku terdahulu tentang nge-MP-i. Gara2 MP juga aku jadi kembali jatuh cinta pada Tupperware (disingkat TW aja kali yaa…) ini ![]()
Dulu sih..sebelum menikah aku juga udah suka dengan produk ini bahkan sempat jadi member (eh..ternyata suamiku juga penggemar TW..he..he..)
Nah..kemarin2 tuh gara2 aku beli produk tupperware (compact cooking oil) ke tetanggaku aku jadi mood buat nge-google-kan si TW ini, n ketemu deh dengan online store di MP. dan ternyata banyak dealer/manager TW yg juga jualan di MP dan ngasih discount hingga 30% meskipun kita bukan member.
Nah..dari sana juga aku jadi ikutan member lagi. Awalnya sih karena aku pingin bisa dapet produk2 Ezyliving trus aku nanya2 gimana caranya, ternyata harus member Ezyliving Club (ELC) dulu n kalo mau dapet discount dari harga ELC ya jadi member TW sekalian…ya udah..jadi deh..diriku member dua2nya.he..he..he..
Sekarang aku udah ada downline meskipun baru satu orang (alhamdulillah..) and yang pasti selain dapet harga member kalo beli produk TW aku juga dapet starchart yang bisa dituker dg produk2 TW yang lain.
Oke..buat yang sudah kesasar di blog-ku ini dan tertarik buat beli produk TW or mau jadi member TW…monggo, silahkan…(bisa melalui aku juga lho….)
ps. send me email at midah75@gmail.com…..ditunggu ya….
Udah lama yaaaaa….
Wuih..udah lama banget nih..gak nulis di WP..Sibuk? lumayan…Maless? mungkin juga
tapi yang pasti aku lagi kesengsem dengan Multiply. Bukan berarti MP lebih oke dari WP lho! bukann…bukan itu. Kalo untuk nulis and iseng lebih enak di WP, kalo MP itu..asyiknya buat cuci mata..and belanja pastinya…he..he..he..
Buat yang belum pernah nengok MP, cobain deh..pasti banyak yang oke2 disana, mulai dari baju sepatu tas (baru/2nd), tupperware (dari yg paling murah sampe yg paling mahal, produk terbaru, produk lama, limited edition, lokal maupun internasional), tulipware, kosmetik, kasur, kursi goyang, sofa, laptop, mobil, rumah, pokoknya lengkap deh…dan harganya benar2 bersaing. Asal rajin surfing and membanding2kan pasti dapet yang termurah untuk barang yang sama. Dan yang menyenangkan tuh..harga yang tertera bukan harga mati alias masih bisa ditawar, apalagi kalo kita udah sering2 belanja ke mereka wah..pasti ada bonusnya..he..he..he..
Jadi boleh dibilang MP itu online market.
Tapi selain segala kesenangan di atas, ada juga lho sisi jeleknya…apa hayooooo…..
Isi ATM jadi lebih cepet nyusut….lha iya lah..wong keseringan belanja. Dan sering2 tuh kita (maksudnya diriku) gak sadar bahwa transaksi melalui ATM itu ada fee yang harus dibayar. Kalau antar bank yang sama sih gratis ya…tp kl udah beda bank…kena charge deh…
ATM Bersama Rp3000 (udah naek belom ya?), kalo dengan BCA …alamak…Rp 15.000 melayang deh….
Makanya biar gak nambah biaya or setidaknya memperkecil biaya transfer, selama ini sih aku selalu minta kepada seller di MP utk ngasih no.rek. bank yang ikutan ATM Bersama, tp kalo terpaksa lewat BCA ya..aku musti ngangkot dulu..lumayan bolak-balik cuma Rp2000. Tp pernah juga aku salah perhitungan…kukira kalau sesama BCA meskipun beda kota gak kena charge eh..ternyata salah..kena charge Rp5000 bo! waktu itu aku transfer ke BCA Bandung…ya udahlah…itung2 pengalaman.
Makanya, sekarang2 nih..kl lagi surfing di MP dan nemuin barang yg kubutuhkan or nyantol di hati aku gak langsung nawar, kulihat dulu bank mana yang dipake (biasanya sih seller mampangin bank yang dia pake) tp kl misalnya gak terpampang aku PM dulu, nanyain bank mana yg dipake or kl gak gitu cari online store lain yang punya barang sama tp pake rek. bank ATM Bersama.
Ada lagi nih…keuntungan nge-MP-i, kita jadi tahu seller mana yang baik dan mana yang penipu. Biasanya para seller and buyer saling ngasih tahu via PM. Jadi sama2 untung.
Satu lagi neh…keuntungan ber-MP-ria, aku jadi tahu ada wadah lain buat nyalurin hobi jualanku…selama ini kan aku jualan offline nah sekarang jadi pingin juga jualan online. ya..meskipun agak takut dikit masalah pengirimannya. Emang selama ini sih..para seller di MP suka pake TikiJNE, meskipun dari blog2 mereka aku tahu juga kl gak selalu TikiJNE itu bagus dan ada alternatif lain misalnya pake Wahana, Garuda, Pos juga banyak yang pake. Tapi teuteup aja masih rada2 takut untuk memulai. Tp mungkin emang harus dicoba dulu yaaa…..
-
Archives
- October 2009 (2)
- July 2009 (6)
- June 2009 (2)
- April 2009 (2)
- March 2009 (1)
- February 2009 (2)
- January 2009 (11)
- December 2008 (5)
- November 2008 (4)
- October 2008 (2)
- September 2008 (9)
- August 2008 (6)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


